Rabu, 03 Juli 2013

Obrolan Gendut dan Kurus 2


"Aku heran, negara tempat dimana sehari-harinya aku menghirup udara yang penuh polusi ini, dimana mayoritas masyarakatnya ber-agama yang konon kehadirannya untuk keselamatan umat, tapi justeru rasa tidak aman-lah yang kurasakan dari hari ke hari. Mungkin tuhan telah tidur selamanya, atau mungkin memang manusia perlu berkreasi lagi menciptakan juru selamat yang baru" igau si Kurus dalam tidurnya.

"Hei, bangun rus, gila kamu ya" teriak si Gendut membangunkan Si Kurus

Si Kurus tersadar, "Ha, aku takut terjaga Ndut, sebaiknya aku tidur lagi" lanjut si Kurus.

Semarang, 22 Juni 2013
(Respon atas pengusiran warga yang dituduh penganut syiah di Jawa Timur)

Obrolan Gendut dan Kurus 1


Si Gendut dan Si Kurus dalam pembicaan pagi hari.
 
"Rus, kamu pasti tahu presiden partai yang tempohari tertangkap." ucap gendut sambil membaca sebuah berita dari internet.

"Ya" jawab kurus singkat.
 
"Ternyata dia beristeri tiga lho"
 
"Ah, biasa itu ndut. Presiden yang barunya saja isterinya dua, satu pribumi satunya lagi londo" jawab kurus yang nampak sok tahu.
 
"Benarkah?" gendut nampak heran.
 
"benar. Presiden yang dulu, sebelum yang ditangkap sekarang, yang jadi menteri itu tuh. itu juga beristeri lebih dari satu. barangkali beristeri lebih dari satu menjadi syarat bagi mereka yang akan menjadi presiden partai itu." Kurus kali ini menjawab dengan nada sedikit bercanda.
 
"hahaha" tawa gendut. "jangan-jangan si tersangka presiden hendak cari uang untnuk menafkahi ketiga isterinya ya?"
 
"barangkali juga untuk menikah lagi, menggenapkan isteri menjadi empat, seperti yang diperbolehkan agamanya, hahaha"

Semarang, 2 Februari 2013
(Respon atas perilaku para petinggi PKS yang suka berpoligami)


Rabu, 26 Juni 2013

Peluru untuk Perawat Alam

Oleh : Afidah

Di Negeri ini, mencintai alam cukup dengan upacara simbolis menanam mangrove oleh Pemimpinnya

Para petani yang mempertahankan alam untuk menanam tumbuhan.
Tumbuhan yang akan menghidupi dirinya dan banyak orang
dianggap tak perlu ada
Sebab jika tanahnya yang mengandung pasir besi diambil
diubah jadi tambang lalu mereka lantang menentang
Maka peluru dan penjara penguasa
Siap beraksi!!!!!!

Media pun sayup-sayup hanya sesekali berkabar
Tentang mereka

--Solidaritas untuk Petani Cianjur yang tertembak karna menolak tambang pasir besi--

Jumat, 14 Juni 2013

Curhat

Adakalanya aku lebih banyak terasing di satu tempat,
namun terbebas di tempat yang lain
Pengorbananku tak setebal mereka
yang menikmati kebebasannya dalam pertarungan,
meski di satu titik iman kami sama

Siapa Kami? Apa yang Kami imani?
Siapapun yang bermimpi bersatunya manusia-manusia kalah
hingga di tengah-tengah perpecahan para penguasa,
terjadilah keadaan itu,
dimana bukan (lagi) manusia yang ditindas, namun keserakahan

Ya, di sinilah diriku..
melakukan sesuatu yang diterima akal sehatku
dan dengan apapun yang kumampu

- Semarang, 14 Juni 2013 -

Rabu, 22 Mei 2013

Panen

Panen lalu, uang hasil penjualan belum juga lunas dibayar tengkulak kecil
Kata tengkulak kecil dia tidak dibayar lunas oleh tengkulak besar
Kata tengkulak besar harga turun drastis
Jadi bayaran ke tengkulak kecil dikurangi berpersen-persen
Petani tak tahu apa saja yang terjadi dengan tengkulak
Petani hanya tahu apa yang ditanamnya menuai jalan berliku untuk menjadi uang

Petani membutuhkan uang
Karena tidak bisa bertukar barang lagi untuk memenuhi segala kebutuhan
Makan, kesehatan, pendidikan anak, tetek bengek

Kali ini musim tanam
Serombongan tikus selalu menyerbu tiap malam
Ratusan ribu untuk obat tikus
Setelah jutaan rupiah untuk pupuk
Dan obat serangga

Petani harap-harap cemas
Apakah tanaman padinya akan tersisa untuknya
Petani menghitung waktu
Menuju musim panen

Saat panen tiba
Tikus-tikus jenis lain kembali menyerbu
Petani-pun kembali menanam lagi
Pada tanah yang tidak pernah menjadi
Kedaulatannya
Untuk kehidupan

--Afidah--

Rabu, 01 Mei 2013

Mereka yang dikuasai..

Mereka yang menciptakan kekayaan,
Mereka pula yang merasakan kemiskinan
Mereka yang menciptakan gedung-gedung mewah,
Mereka pula yang tinggal di gubuk dan rumah kontrakan

"Alam diciptakan untuk kami. Mesin, Kain, Benang, Besi, Tanah semua milik Kami, kalian yang mengerjakannya, Ingat! hanya mengerjakannya, atas perintah kami!" kata Para Penguasa, "Syukurilah apa yang kalian terima!"

"Tidak!" bantah Mereka yang dikuasai, "Tuhan menciptakan alam semesta untuk semua, dan itu takkan cukup untuk memenuhi keserakahan satu saja diantara kalian. Kelak Kami akan membaginya, Kami akan mengerjakan apa yang kami mampu dan mau, serta memperoleh yang kami butuh"

-- Mayday, 1 Mei 2013 --

Senin, 29 April 2013

Rumah Buku 'Di Balik Frekuensi' [Sesi I]


Minggu, 28 april 2013. Waktu menunjukkan pukul setengah satu siang. Sekitar 50 orang buruh sedang berkumpul membahas persiapan aksi Mayday ketika Aku dan Afidah tiba di Kantor Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Aneka Industri Serikat Pekerja Metal Indonesia (PC SPAI SPMI) Kota Semarang di Jalan Sidomulyo Raya No.19 Tlogosari Semarang. Sebagian besar orang berada di dalam, namun nampak juga yang mendengarkan pembahasan rapat dari luar. Di Kantor Serikat Pekerja inilah film ‘Di Balik Frekuensi’ karya Ucu Agustin akan kami putar.

‘Di Balik Frekuensi’ merupakan sebuah film dokumenter yang menggambarkan bagaimana media massa -khususnya televisi- befungsi sebagai alat atau corong bagi kepentingan pemiliknya. Itu digambarkan melalui 2 cerita : Pertama, tentang Luviana seorang wartawan Metro TV yang di PHK oleh perusahaan (Media Group) lantaran hendak memperjuangkan hak-haknya sebagai buruh. Kedua, tentang Hari Suwandi dan Harto, dua warga korban lumpur lapindo yang melakukan aksi protes dengan berjalan kaki dari Sidoarjo ke Jakarta.