Senin, 16 Februari 2026
Bekasi Book Party
Sabtu, 25 Oktober 2025
Operasi Ambeien dalam Hidupku
"Belum saya coba, Dok, tapi kayaknya udah gak bisa deh" jawabku.
"Saya kasih rujukan aja ke rumah sakit ya" saran dokter.
Lalu aku minta diberi rujukan ke Rumah Sakit Tiara Bekasi untuk hari yang sama. RS Tiara menjadi pilihan karena lokasinya yang dekat dengan rumah.
Wasir atau ambeien yang istilah medisnya hemoroid, adalah pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus. Aku sudah beberapa kali mengalami, tapi kali ini yang paling parah. Pembengkakannya sudah sampai keluar anus.
Sabtu, 20 September 2025
Sembilan Belas Kota, Dua Belas Negara
Jumat, 01 Agustus 2025
Sawadikap, Bangkok!
Pergi ke Bangkok kali ini merupakan pengalaman kedua buatku dan istriku, Afidah. Sebelumnya aku mengunjungi Ibukota negara Thailand itu pada awal tahun 2024 untuk keperluan kerja di bidang kepemiluan. Sementara Afidah pernah ke Bangkok pada tahun 2010 mewakili organisasi yang bergerak di isu perempuan. Bagi kedua anak kami, Madiba (11 tahun) dan Kayo (9 tahun), Bangkok adalah pengalaman pertama mereka.
"Ayah, kapan-kapan aku pengen ke Bangkok" kata Kayo memberi tahu keinginannya suatu waktu di bulan Mei 2025.
"Bangkok sama aja kayak Jakarta, Yo" jawabku.
"Lah! Tapi kan beda negara" kilahnya.
Berawal dari percakapan sederhana itu, aku mulai merencanakan wisata saat masa liburan sekolah anak-anak. Seperti lagu
Sal Priadi “kan kukenalkan penampilan hujan di tempat lain, pemandangan bagus
di tempat yang jauh” bertepatan dengan hari ulang tahun Kayo.
Rabu, 09 Juli 2025
Sehari Bercerita
Sehari Bercerita adalah usahaku untuk membiasakan diri menulis hal-hal yang kutemui dan pikirkan dalam keseharian. Sebanyak empat belas catatan yang kutulis dalam waktu empat belas hari, mulai tanggal 24 Juni 2025 sampai dengan 7 Juli 2025.
Hari
Kesatu: Sambal dan Pengadilan
Tiba-tiba pengin menulis hal-hal kecil dan ringan yang terlintas di kepala. Dan sepertinya menarik menantang diri melakukan itu secara rutin dalam beberapa hari ke depan. Syahdan, kumulai tentang sambal dan pengadilan.
Seringnya kala makan di warung atau restoran, porsi nasi yang disediakan nampak terlalu penuh. "Nasinya dikurangi ya" pintaku ke penjual.
Lain cerita kalau ketemu sambal yang enak. Nafsu makan tergugah, kalap pengin menambah. Seperti malam ini di warung "Penyetan Murmer Kranggan", lokasinya di sekitar Jalan Kranggan, Surabaya. Tempatnya apa adanya tak begitu mencolok. Tapi sambalnya mantap. Ada lima menu sambal: matang, ijo, matah, mangga, dan toreg. Aku coba sambal matang dengan lauk bebek goreng, sepotong tahu dan terong. Mau tambah nasi takut gendut, hehe. Kuurungkan niat.
Ah, melegakan sekali hari ini. Usai mendapat kesempatan kembali ke gedung pengadilan. Pengadilan Negeri Surabaya yang gedungnya termasuk cagar budaya. Merasakan antre pendaftaran perkara, menyaksikan lalu-lalang orang berjibaku dengan masing-masing masalahnya. (Surabaya, 24 Juni 2025)
Rabu, 22 Januari 2025
Jalan-Jalan ke Singapura-Johor Bahru
Persiapan: Pesan Tiket dan Penginapan
Rekreasi ke Singapura atau Malaysia sebetulnya jauh lebih hemat dibandingkan misalnya pergi ke Jogja atau Bali. Itulah salah satu alasan kenapa kami memilih berwisata ke Singapura dan Johor Bahru. Sejak bulan November 2024, Aku dan pasangan hidupku, Afidah, sudah mulai merencanakan dan menyiapkan pembelian tiket pesawat dan penginapan.
Tanggal 17 November 2024, melalui aplikasi Traveloka, aku memesan tiket pesawat AirAsia keberangkatan dari Jakarta ke Singapura penerbangan tanggal 18 Januari 2025 untuk empat orang terdiri dari Aku, Afidah, si sulung, Madiba (11 tahun), dan si bungsu, Kayo (8 tahun). Harga untuk satu tiket sebesar Rp. 452.843,- dikali empat dan ditambah biaya layanan totalnya sebesar Rp. 1.838.543,-
Di hari dan waktu yang sama, aku juga pesan tiket kepulangan dari Johor Bahru ke Jakarta. Kenapa pulang dari Johor Bahru? Karena penginapan dan tiket pulang dari Singapura mahal, setidaknya mahal menurut pandanganku ya. Jadi di hari kedua kita memang merencanakan bermalam di Johor Bahru sekalian pulang dari sana di hari ketiganya.
Tiket kepulangan dari Johor Bahru ke Jakarta dengan pesawat AirAsia penerbangan tanggal 20 Januari 2025 masing-masing seharga Rp. 635.934,- dikali empat dan ditambah biaya layanan totalnya sebesar Rp. 2.581.892,-. Sementara untuk penginapan aku memilih Hallmark Regency Hotel karena menyediakan kamar family suite dengan tiga ranjang kasur dan lokasinya dekat dari Johor Bahru Sentral. Aku pesan semalam dengan harga Rp. 640.773,-. Jadi total biaya tiket pesawat pulang-pergi dan penginapan semuanya sebesar Rp. 5.061.208,-.
Sabtu, 21 Desember 2019
Buku "Pasangan Calon Melawan Kolom Kosong"
Jumat, 27 Desember 2013
Selamat Jalan, Madiba
Rabu, 26 Juni 2013
Peluru untuk Perawat Alam
Di Negeri ini, mencintai alam cukup dengan upacara simbolis menanam mangrove oleh Pemimpinnya
Para petani yang mempertahankan alam untuk menanam tumbuhan.
Tumbuhan yang akan menghidupi dirinya dan banyak orang
dianggap tak perlu ada
Sebab jika tanahnya yang mengandung pasir besi diambil
diubah jadi tambang lalu mereka lantang menentang
Maka peluru dan penjara penguasa
Siap beraksi!!!!!!
Media pun sayup-sayup hanya sesekali berkabar
Tentang mereka
--Solidaritas untuk Petani Cianjur yang tertembak karna menolak tambang pasir besi--
Rabu, 22 Mei 2013
Panen
Kata tengkulak kecil dia tidak dibayar lunas oleh tengkulak besar
Kata tengkulak besar harga turun drastis
Jadi bayaran ke tengkulak kecil dikurangi berpersen-persen
Petani tak tahu apa saja yang terjadi dengan tengkulak
Petani hanya tahu apa yang ditanamnya menuai jalan berliku untuk menjadi uang
Petani membutuhkan uang
Karena tidak bisa bertukar barang lagi untuk memenuhi segala kebutuhan
Makan, kesehatan, pendidikan anak, tetek bengek
Kali ini musim tanam
Serombongan tikus selalu menyerbu tiap malam
Ratusan ribu untuk obat tikus
Setelah jutaan rupiah untuk pupuk
Dan obat serangga
Petani harap-harap cemas
Apakah tanaman padinya akan tersisa untuknya
Petani menghitung waktu
Menuju musim panen
Saat panen tiba
Tikus-tikus jenis lain kembali menyerbu
Petani-pun kembali menanam lagi
Pada tanah yang tidak pernah menjadi
Kedaulatannya
Untuk kehidupan
--Afidah--
Jumat, 05 April 2013
Kumpulan Sajak Wiji II
Masuk toko
sorot mata para penjaga
aku melihat kakiku - jari-jarinya bergerak
10 september 1991
Kumpulan Sajak Wiji I
Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan
Sesungguhnya suara itu bukan perampok
Sesungguhnya suara itu akan menjadi kata
Senin, 25 Februari 2013
Soesilo Toer - Doktor Pemulung
![]() |
| Soesilo Toer |
Jumat, 01 Februari 2013
Liputan Berita Sahabat
KPK Menolak Permintaan Hartati
JAKARTA, KOMPAS - Komisi Pemberantasan Korupsi memutuskan mengembalikan sembilan tahanannya dari Rumah Tahanan Cabang KPK di Kompleks Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan, ke Rutan KPK di Kuningan, Jakarta Selatan. Permintaan terdakwa kasus suap Bupati Buol, Hartati Murdaya, kepada KPK untuk tidak dikembalikan ke Rutan KPK tidak dikabulkan.
Senin, 21 Januari 2013
Peristiwa 65: Kita Adalah Korban
Memang penelusuran historiografi kekerasan massal pasca 1965 menjadi sesuatu yang masih sumir. Hal ini juga dipengaruhi oleh proses konsolidasi kekuasaan rezim Orde Baru yang membutuhkan pemusatan narasi hegemonik yang menempatkan PKI sebagai pihak yang disalahkan, aktor utama yang merongrong baik kehidupan berbangsa, sendi-sendi dasar Pancasila dan melakukan kejahatan terhadap negara. Seiring dengan runtuhnya kekuasaan Orde Baru dan narasi hegemonik yang melekat dengannya, muncullah narasi-narasi alternatif dalam pembacaan terhadap peristiwa kekerasan massal pasca 1965.
Rabu, 16 Januari 2013
Liburan Di Tempat Lahir Kartini dan Kota Ukir [30-31 Desember 2012]
![]() |
| Penulis |
Sabtu, 01 Desember 2012
Sekilas Tentang Buku “Semua Manusia Bersaudara” (Timbangan buku yang belum sempurna- Bag. I)
Membaca tulisan-tulisan Mahatma Gandhi yang dihimpun dalam buku berjudul All Men Are Brother atau Semua Manusia Bersaudara memberi kesan tersendiri bagi saya, salah satu kesan saya adalah pernyataan Gandhi bahwa dia merasa begitu sedih karna mendapat gelar “Mahatma” yang artinya manusia suci, gelar ini memberi beban yang dirasa berat olehnya dan dia tidak terlalu suka dipuja-puja seperti Dewa. Setelah sekian lama mendengar nama besarnya dan ajaran anti kekerasan atau yang dikenal dengan ahimsa yang terus dipegang dalam perjuangan Gandhi baru sekarang saya berkesempatan mempelajari pikiran-pikirannya, dalam kalimat-kalimat selanjutnya kupanggil saja dia Gandhi agar dia tidak merasa keberatan.
Buku ini terdiri 12 Bab dengan beragam tema dan persoalan, diantaranya : (I) Otobiografi (yakni biografi yang ditulisnya sendiri),(II) Agama dan Kebenaran, (III) Cara dan Tujuan (IV) Ahimsa atau paham pantang kekerasan (V) Pengendalian diri (VI) Perdamaian Dunia (VII) Manusia dan Mesin (VIII) Kemiskinan di tengah-tengah kelimpahan (IX) Demokrasi dan Rakyat (X) Pendidikan (XII) Kaum Wanita (XII) Serba-serbi –----berisi beragam pikiran yang tidak focus pada satu tema.
Sekilas ketika membaca buku ini Gandhi terkesan bukan sebagai sosok Intelektual yang tulisannya dipenuhi data-data (misalnya tahun dan tanggal sebuah peristiwa), analisis dan rujukan-rujukan para tokoh pemikir sebelumnya. Di dalam buku ini ada dua tokoh yang sering disebut Gandhi dan menjadi inspirasinya dalam berjuang dan juga ketika di memutuskan menulis perjalanan hidupnya, mereka berdua adalah Thoreu dan Tolstoy.
Kamis, 29 November 2012
Fleksibilitas Pasar Kerja dan Tanggung Jawab Negara [1]
Paradoks Fleksibilitas Pasar Tenaga Kerja
Rasyidi Bakri telah menulis perihal Revisi Undang-Undang (UU) No. 23 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dalam globalisasi. Tulisan ini akan menyoroti khusus perihal paradoks argumen ‘fleksibilitas pasar tenaga kerja’.
Rekomendasi terbaru dari International Monetary Fund tertanggal 22 Februari 2006 dapat dikatakan sebagai desakan dari lembaga internasional itu agar pemerintah segera melaksanakan revisi UU dimaksud. Rekomendasi tersebut mengatakan;
“Kemajuan [kebijakan ekonomi] melambat dari yang diharapkan pada area-area lain, termasuk memecahkan perselisihan investor dan fleksibilitas pasar kerja… [Dewan Direktur IMF] menegaskan keterdesakan yang penting untuk reformasi struktural dalam rangka mendorong kepercayaan investor… Dalam hal ini, [Dewan Direktur IMF] menyambut ketegasan pemerintah untuk reformasi perpajakan dan pasar tenaga kerja…” (Diterjemahkan secara bebas, huruf miring dari penulis.)
Kerangka Teori
Secara teoretis argumen ‘fleksibilitas pasar tenaga kerja’ dan ‘pasar bebas’ dapat ditilik sejarahnya pada tesis keunggulan komparatif yang diajukan oleh David Ricardo, ekonom liberal neoklasik di Inggris hampir dua abad yang lalu.




