Kenapa di Indonesia air dari keran tak bisa langsung diminum? Kenapa di negara yang sebagian besar laut ini, kita harus mengeluarkan banyak uang untuk menikmati seafood? Dengan kekayaan alam dan keragaman hayati yang melimpah, kenapa masih kerap terjadi kelangkaan bahan pangan dan kekurangan gizi? Pertanyaan yang menggelitik. Mungkin juga klise. Tapi apa akar masalahnya?
Buku #Reset Indonesia: Gagasan tentang Indonesia Baru terbitan Koperasi Indonesia Baru yang ditulis oleh Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu ini memberikan jawaban sekaligus menunjukkan kondisi negara yang karut-marut akibat salah kelola.
Apa yang disampaikan oleh Farid Gaban dan kawan-kawan bukan berasal dari menara gading atau sekadar asumsi mereka, tapi hasil pengamatan langsung melalui tiga kali ekspedisi keliling Indonesia dengan sepeda motor bekas yang dimodali sebuah koperasi. Di beberapa tempat mereka tidur di rumah-rumah warga, kadang mendirikan tenda. Dengan metode ini, denyut nadi kehidupan rakyat serta daya juangnya bertahan hidup dapat diketahui dari dekat.
Tak hanya itu, untuk sebuah gagasan mereka menggunakan sumber acuan dari pemikiran seperti Muhammad Hatta, Mahatma Gandhi, Ernst Friedrich Schumacher, atau Vandana Shiva. Dilengkapi dengan penyajian data-data hasil penelitian dari lembaga kredibel. Latar belakang para penulis yang merupakan jurnalis membuat banyak persoalan yang disampailkan dalam tulisan, yang sesungguhnya kompleks, jadi mudah dibaca dan dicerna.