Anak Zaman
Menulis, Mendokumentasikan, dan Berbagi Pengalaman
Jumat, 06 November 2026
Kembang Jepun
Selasa, 03 November 2026
Rigor Mortis
Tubuh kehilangan kelenturan. Otot-otot mulai kaku.
Ada dua jalan kematian. Dinantikan atau tiba-tiba datang. Kematianku menempuh jalan kedua. Saat sedang berlatih teater di kampus sebagai persiapan pementasan naskah drama Mastodon dan Burung Kondor karya W.S. Rendra, dadaku terasa nyeri dan nafasku sesak, dialog yang seharusnya kuucapkan terhenti. Samar-samar kudengar suara kawanku yang panik "Ris, kamu kenapa?" Tubuhku ambruk tak sadarkan diri.
"Mohon maaf, nyawanya tak bisa diselamatkan. Ia sudah meninggal sebelum tiba di rumah sakit ini" kata dokter perempuan itu kepada kawan-kawanku yang ikut mengantarku ke Rumah Sakit Panti Rapih. Malam itu juga ambulans mengantar jenazahku pulang ke Bekasi.
Kulihat bendera kuning terpasang di gapura gang menuju rumah. Di halaman rumah sudah banyak tetangga-tetangga berkumpul untuk menyambut kedatanganku. Dari dalam rumah ibu keluar sambil menangis histeris dalam pelukan bapak yang berusaha tegar. Anak satu-satunya yang berusia 20 tahun akhirnya pulang.
Senin, 26 Oktober 2026
Sembilan Budak Setan
Minggu, 18 Oktober 2026
Kumpulan Budak Setan
Kamis, 08 Oktober 2026
Pementasan Delirium Amangkurat
Pementasan lakon ini adalah pertunjukan kedua dari rangkaian Festival Teater Jakarta yang rencananya akan menghadirkan 15 pertunjukan dalam rentang waktu 5-23 Oktober 2026 di Teater Kecil, TIM.
Pada waktu yang bersamaan di lantai 2 Gedung Trisno Seomardji TIM juga diselenggarakan Jakarta Bienale 2026 yang bertajuk Kebal. Kami menyempatkan berkunjung sambil menghabiskan waktu tunggu pertunjukan teater. Jakarta Biennale akan berlangsung mulai 4 Oktober 2026 hingga 28 November 2026.
Tuhan Tak Punya Welas Asih
Persis di sebelah kananku seorang perempuan bersimpuh dan merobohkan diri melepas tangis sambil memeluk tubuh itu tanpa menghiraukan keberadaanku. Orang di sekitarnya menenangkan, memintanya untuk ikhlas.
Kerumunan orang berwajah murung duduk mengelilingi sambil bersandar di tembok rumah. Sebagian dari mereka merapalkan doa. Di sudut ruangan, seorang perempuan sedang bercerita kepada lainnya musabab sebuah kejadian.
Selasa, 22 September 2026
Aroma Karsa
Jati bekerja di toko parfum isi ulang sebagai peracik yang membuatnya ditangkap dan ditahan oleh polisi lantaran dituduh membuat dan menjual parfum imitasi produk perusahaan komestik besar bernama Kemara. Raras Prayagung, pemilik perusahaan Kemara, menegosiasikan kasus itu kepada Jati dan memberikan dua pilihan: dipenjara atau bekerja untuk Kemara seumur hidup. Demi membebaskan majikan dan teman kerjanya di toko parfum yang ikut ditahan akibat kesalahannya, Jati terpaksa memilih bekerja bersama Raras Prayagung.
Minggu, 06 September 2026
Kritikus Adinan
Ada 15 cerita yang serba absurd. Misalnya cerpen berjudul Krematorium Itu Untukku, tentang seorang yang datang ke pembakaran jenazah kerabatnya, tapi ketika tiba di lokasi dirinya justru ikut dikremasi. Pada cerpen Salipan, seorang lelaki yang mengetahui istrinya pergi berselingkuh mendatangi rumah lelaki selingkuhan istrinya yang ternyata kosong. Ia membakar diri di atas kasur kamar lelaki itu. Lalu saat istri dan selingkuhannya tiba di rumah itu dan melihat terkapar mereka cuek tak nampak terkejut, lalu melanjutkan kemesraannya dengan mandi bersama di sebuah bak.





