"Poko'e maknyus!" ucap Bondan Winarno (1950-2017) usai mencicipi makanan dan membangkitkan selera penonton. Namanya melambung dan mulai kukenal saat menjadi pewara program televisi Wisata Kuliner di Trans TV. Buku ini sisi lain yang membuktikan Bondan sejatinya penulis dan jurnalis. Berisi 25 cerita pendek (cerpen) yang Ia tulis dalam rentang waktu 1983-2004.
Membaca kumpulan cerpen Bondan ini membuatku seakan-akan sedang melintasi waktu dan keliling dunia lantaran banyak cerita dengan latar kota di beberapa negara, seperti Bologna, Frankfurt, New York, Bombay (Mumbai), Seoul, Saigon (Ho Chi Minh), Vancouver, Swedia, Nairobu, Paris, atau Tijuana. Ada juga kota di dalam negeri seperti Jakarta, Semarang, atau Maluku Tengara.
Mayoritas narasi cerpen berasal dari sudut pandang lelaki sebagai tokoh utama, yang kebanyakan berprofesi sebagai jurnalis dan berasal dari Indonesia. Ini membuatku menduga tokoh utama itu Bondan, tapi entahlah, karena ini fiksi. Cerpen-cerpen itu, menurut Bondan, dibuat sebagai penawar jenuh di sela-sela tugas jurnalismenya.
Semua cerpen menggunakan alur sederhana dengan gaya penulisan yang mengalir. Hampir setiap cerpen punya kejutan di akhir. Bondan tidak banyak bermain metafora, tapi kerap menggunakan diksi seperti lebuh, jemba, gapah, terjengak, atau berdekak-dekak, yang tak pernah kutemukan di karya penulis lain. Semua cerita dituturkan dengan bernas.