Jumat, 12 Juni 2026

Senja Kala Babi dan Kekuasaannya


Babak I - Gapai Kekuasaan. 

"Menangkan Babi, cari suara sebanyak-banyaknya, apapun caranya. Jika tidak, kasusmu taruhannya!" ancam Tikus, loyalis Partai Itik, kepada Bebek, Kepala Kampung Sukar Maju. 

Bebek gemetar ketakutan. Menyesali diri. Terlintas dalam ingatannya 4 tahun lalu. Ketika Ia menerima dana untuk mengelola Koperasi Patriot yang idenya sama sekali tak Ia sepakati. Serupa Bandung Bondowoso tergesa membangun candi, koperasi pun berdiri.

Syahdan, tercium aroma tak sedap rasuah. Bebek terjerat. Bebek lain ciut nyali. Tapi bergembiralah, sebab Babi siap berkuasa lagi.

Rabu, 10 Juni 2026

Terra Viva


"Apa yang kita makan, cara kita menumbuhkan bahan pangan, dan cara kita mendistribusikannya akan menentukan apakah umat manusia akan terus hidup atau mendorong dirinya sendiri dan spesies-spesies lainnya menuju kepunahan" tulis Vandana Shiva, ilmuwan sekaligus aktivis lingkungan asal India. Kutipan pernyataannya itu cukup mewakili memoar perjuangannya menjaga lingkungan dan merebut kedaulatan pangan yang tercatat dalam buku ini. 

Sosok Vandana Shiva muncul sebagai pengkritik revolusi hijau paling terkemuka. Dengan dalih meningkatkan produksi pangan, revolusi hijau justru merusak keanekaragaman hayati dengan pertanian monokultur, penggunaan bahan kimia, dan monopoli benih pangan oleh raksasa industri pertanian. Terinspirasi gaya perlawanan anti kekerasan Gandhi dan gerakan Chipko, Shiva secara konsisten melawan kedigdayaan perusahaan raksasa semacam Bayer-Monsanto atau Gates Foundation yang disebutnya sebagai Kartel Racun yang merusak.

Jumat, 29 Mei 2026

Trabar Batalla


Trabar Batalla, bahasa Spanyol yang bermakna bertemu dalam pertempuran. Menjadi judul buku karya Remy Sylado dan merupakan sekuel dari roman Inani Keke. Sebuah roman yang berlatar kolonialisme Spanyol di Minahasa pada abad 16. 

Josefito Ranoyapo Panda atau Pepito, seorang mestizo, blasteran Spanyol-Minahasa. Setelah dewasa Dia baru mengetahui ayahnya, Wai Ranoyapo (tokoh utama dalam Inani Keke), meninggal bukan karena kecelakaan, tapi dibunuh. Ibunya yang orang Spanyol, Isabella Pigafetta, merahasiakan pembunuhan itu. 

Isabella telah menikah lagi dengan lelaki Spanyol, Pierre Durant, yang berkuasa dan menghuni Benteng El Amoran, di Uwuran, Minahasa. Mereka memiliki anak bernama Fidel Durant. Pepito kerap mendapat perlakuan buruk dari Pierre Durant, ayah tirinya itu.

Sabtu, 23 Mei 2026

Inani Keke


Pada awal abad 16, orang-orang Spanyol dalam ekspedisinya mengalami peperangan dengan bangsa Filipina. Mereka meneruskan perjalanan ke selatan. Di Selat Maluku, Portugis yang hendak mendominasi kuasa di wilayah jajahannya, menahan mereka dan memenjarakannya di Tidore. Nelayan asal Minahasa yang membenci Portugis membebaskan orang-orang Spanyol itu dan membawanya ke Minahasa. 

Wai Ranoyapo, pemuda Desa Liliku di Minahasa, dihukum cambuk atas keputusan adat meski tuduhan kepadanya belum terbukti. Seorang perempuan yang menyukai Wai namun ditolak, telah menuduh Wai berusaha memerkosanya. Dewan negeri sebagai pemimpin adat teperdaya dan memberikan vonis atau popogota berdasarkan hukum tidak tertulis.

Setelah menerima hukuman cambuk, dalam keadaan sempoyongan Wai memutuskan untuk meninggalkan desanya, pergi ke selatan menuju wilayah Bolaang Mongondow. Wai yang tak kuat lagi menegakkan kakinya, jatuh terguling dari atas bukit. Tubuhnya ditemukan oleh keluarga Macapoga di kaki Gunung Simbalang.

Kamis, 21 Mei 2026

Robohnya Surau Kami


"Kami ini umat-Mu yang tinggal di Indonesia, Tuhanku" kata Haji Saleh ketika protes bersama penghuni neraka lain kepada Tuhan. 

"O, di negeri yang tanahnya subur itu?"

"Ya benarlah itu, Tuhanku"

"Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang ... engkau kira aku ini suka pujian, mabuk disembah saja, ... kamu semua mesti masuk neraka" kata Tuhan.

Dialog itu merupakan kutipan dari cerita pendek (cerpen) berjudul Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis. Menggambarkan sikap seseorang yang meninggalkan urusan duniawi demi melakukan segala bentuk sembah. Saat di akhirat, alih-alih dimasukkan ke surga, Tuhan justru menjebloskannya ke bagian kerak neraka.

Rabu, 13 Mei 2026

Rara Mendut


"Tubuh dirampas memang, tetapi hati tidak" ujar Rara Mendut yang menolak dijadikan selir Tumenggung Wiraguna, panglima perang Kerajaan Mataram. Gadis pesisir Pati anak janda miskin yang urakan dan pemberang itu dijadikan rampasan akibat kekalahan perang. Adipati Pragola, penguasa Pati diserang karena menolak tunduk pada kekuasaan Mataram. Nasib Wiraguna. Jaya di medan perang, tumbang dalam kubang asmara. 

Wiraguna yang menggandrungi Rara Mendut membuat cumburu istri utamanya, Nyai Ajeng. Meski begitu Dia menaruh hormat pada Mendut. "Tanpa wanita semacam Mendut itu, kaum perempuan akan tetap tinggal di lumpur sawah yang hanya betugas menumbuhkan padi. Dihargai memang, tetapi tetap diinjak-injak kerbau dan dicangkuli seenak petani" kata Nyai Ajeng.

Selir-selir Wiraguna yang lain turut cemburu dan melempar anggapan Mendut yang urakan hanya akan merusak wibawa panglima perang itu. Bila perempuan lain merasa diangkat harkatnya dengan dijadikan selir oleh petinggi, tapi tidak bagi Rara Mendut. Baginya itu hanya akan menbuatnya menjadi barang hiburan belaka dan hidup terkurung.

Selasa, 05 Mei 2026

Catatan Pembunuhan Sang Novelis


Misteri pembunuhan penuh teka-teki, memancing pembaca turut menerka siapa pelaku dan apa motifnya. Saat hampir tiba pada kesimpulan, pembaca dihadapkan pada misteri lain yang mengubah perkiraan sebelumnya. Itulah yang terjadi saat aku membaca novel Malice: Catatan Pembunuhan Sang Novelis karya Keigo Higashino. 

Cerita tentang terbunuhnya seorang novelis populer, Hidaka Kunihiko, di ruang kerja dalam rumahnya yang saat ditemukan dalam keadaan terkunci dan gelap. Dua orang pertama yang menemukan mayatnya adalah istrinya, Rie-san, dan sahabatnya, Nonoguchi Osamu.

Kasus tersebut diselidiki oleh Detektif Kaga Kyoichiro yang berhasil mengungkap pelakunya. Saat atasan menggangap kasus itu telah selesai, Kaga justru belum yakin dengan motif pembunuhannya. Salah satu novel karya Hidaka menjadi pintu masuk bagi Kaga menelurusi motif sebenarnya dari pelaku.

Sabtu, 02 Mei 2026

Knight of Cydonia dalam Realitas

 

Knight of Cydonia berputar dari penyuara telinga saat bersepeda pagi tadi menyusuri jalanan wilayah Bekasi bagian utara. Lagu milik band asal Inggris, Muse, dari album Black Holes and Revelations (2006) itu salah satu lagu kesukaanku. Musiknya megah dengan lirik yang membangkitkan. 

"Come ride with me through the veins of history. I'll show you how God falls asleep on the job | And how can we win, when fools can be kings? Don't waste your time or time will waste you | No one's gonna take me alive, time has come to make things right. You and I must fight for our rights. You and I must fight to survive."

Lirik pembuka lagu menyentak keimanan. "Come ride with me through the veins of history. I'll show you how God falls asleep on the job." Tuhan tertidur saat bekerja. Ini membuatku teringat pandangan Stephen Hawking yang menganggap tuhan hanya muncul ketika manusia belum memahami ilmu alam, tetapi begitu limu alam diketahui, kepercayaan kepada tuhan kehilangan dasar pijakannya, tuhan tidak diperlukan lagi. "Is there a God?" tanya Hawking "There is no God" jawabnya. Pandangan itu diuraikan oleh Franz Magnis-Suseno di salah satu tulisannya dalam buku Demokrasi, Ateisme, dan Seksualitas.