Aku, tokoh utama dalam novel ini, musafir yang telah mengembara selama 30 tahun, melintasi berbagai negara. Tak ada tujuan selain melupakan kesedihan yang tak kunjung redam. Sampai tibalah dia di Negeri Senja, negeri di mana matahari tak pernah benar-benar tenggelam. Langit selalu menyemburatkan warna jingga keemasan, tanpa siang, tanpa malam.
Negeri yang berada dalam kuasa perempuan buta bernama Tirana, yang bisa membaca pikiran orang dan memenjarakan roh orang mati. Tiada kebebasan, tiada pengetahuan. Rakyatnya hidup dalam kegelapan, kesunyian, dan ketakutan. Setiap protes meski masih dalam pikiran dapat diketahui Tirana dan langsung ditindas, dengan hukuman mati.
Masa lalu membentuk kediktatoran Tirana, yang semula pemberontak terhadap penguasa sebelumnya. Selama 300 tahun Tirana berkuasa, pemberontakan yang menentang kekuasaannya senantiasa hadir dan bergerak di bawah tanah. Semua berhasil ditumpasnya. Muncul penantian rakyat akan kehadiran sang juru selamat, Penunggang Kuda dari Selatan.