"Ya benarlah itu, Tuhanku"
"Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang ... engkau kira aku ini suka pujian, mabuk disembah saja, ... kamu semua mesti masuk neraka" kata Tuhan.
Dialog itu merupakan kutipan dari cerita pendek (cerpen) berjudul Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis. Menggambarkan sikap seseorang yang meninggalkan urusan duniawi demi melakukan segala bentuk sembah. Saat di akhirat, alih-alih dimasukkan ke surga, Tuhan justru menjebloskannya ke bagian kerak neraka.







