Ada sebelas cerpen dalam buku yang diberi judul Sihir Perempuan ini. Buku cetakan pertama terbitan Gramedia Pustaka Utama tahun 2017 yang terdiri dari 158 halaman. Sebelumnya kumpulan cerpen itu pernah diterbitkan oleh penerbit Kata Kita pada tahun 2005.
Anak Zaman
Menulis, Mendokumentasikan, dan Berbagi Pengalaman
Jumat, 04 September 2026
Sihir Perempuan
Minggu, 23 Agustus 2026
Bahlul, Gemblung, dan Mbak Surti
Mata Yang Enak Dipandang
Kamis, 13 Agustus 2026
Corat-Coret di Toilet
Cerpen lain bukan berarti tidak menarik. Alamanda tak kuasa melawan kehendak Ayahnya yang menjodohkan dirinya dengan kakak sepupunya, lelaki yang tak dicintainya. Beberapa saat sebelum perkawinan Alamanda meminta kepada calon suaminya itu untuk mendengarkan dirinya mendongeng sebelum mereka bercinta di malam pertama. Kisah Petualangan Alice di Negeri Ajaib membuat mereka gagal bercinta hingga bulan madu usai. Itu merupakan isi cerpen Dongeng Sebelum Bercinta.
Senin, 10 Agustus 2026
Bocah Kampung Nusantara
"Gak mau ah. Gak seru main sama kamu" jawab Imin sambil mengusap ingus dengan sarung yang biasa Ia kenakan untuk mengaji.
Sabtu, 01 Agustus 2026
Rumah Sakit Jiwa
Rogusta, dokter muda yang idealis. Ia menemukan keanehan di tempat kerja barunya, rumah sakit jiwa yang dipimpin oleh Profesor Sidarita. Pasien-pasiennya terbelenggu rasa takut, bicara seadanya, dan tak kunjung sembuh. Gagasan Rogusta berupa metode penyembuhan yang lebih bersahabat ditentang. Menurut Sidarita dan dokter lain, gagasan Rogusta dapat menciptakan kegaduhan dan ketidakteraturan.
Kamis, 23 Juli 2026
Rapijali 1: Mencari
Di Jakarta, Ping tinggal bersama Guntur, istrinya, Nita, dan anaknya, Ardi. Nita dan Ardi tidak menerima kehadiran Ping seutuhnya, membuat Ping merasa sungkan dan terasing. Ia hanya tahu dirinya dijadikan anak asuh oleh Guntur. Di sekolah barunya Ping yang awalnya kesepian menemukan sahabat, lalu mengikuti audisi personil band dan memulai petualangan baru musikalitasnya.
Senin, 20 Juli 2026
M a n j a l i
Bersama arkelog dari Prancis, Jaques, Jati mengajak Marja ikut serta melihat temuan artefak Candi Calwanarang di Desa Girah, di wilayah Jawa Timur. Sebuah candi yang terkait dengan kisah Calon Arang, janda sakti penyebar teluh yang hidup sezaman dengan Raja Airlangga pada Kerajaan Kahuripan.







