Rumah hunian baru mereka di kepulauan timur itu dekat pelabuhan dengan pemandangan cantik Pulau Maitara dan Pulau Tidore. Mata bertemu dengan Molucas atau Molu, seekor kucing hitam yang bisa bicara dan sudah hidup ratusan tahun. Molu mengajak Mata mengunjungi beberapa tempat dan bercerita tentang masa lalunya.
Novel seri Mata meski oleh penulisnya diniatkan menjadi bacaan anak, tapi bisa juga dinikmati orang dewasa. Melalui buku keduanya ini, Okky Madasari mengajak pembaca menyusuri jejak masa lalu, seperti kedatangan bangsa Portugis di Maluku, benteng-benteng yang dibangun, peristiwa pembunuhan Sultan Ternate, meletusnya Gunung Gamalama dan terbentuknya Danau Tolire.
Buku setebal 256 halaman terbitan Gramedia Pustaka Utama ini sangat menarik dan mudah dibaca. Membuat penasaran untuk melanjutkan dua buku berikutnya: Mata dan Manusia Laut, serta Mata dan Nyala Api Purba.
-Lampung, 19 Februari 2026-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar