Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Juli 2026

Cinta Yang Berpikir



"Modal awal untuk menjadi orang tua yang baik adalah rasa cinta mendalam kepada anak-anak. Akan tetapi, dalam hal mengasuh anak, cinta harus dilengkapi dengan pengetahuan" kata Ellen Kristi menjelaskan judul bukunya Cinta Yang Berpikir, Sebuah Manual Pendidikan Karakter Charlotte Mason.

Ellen Kristi, penulis buku ini, seorang konselor dan pendiri komunitas Charlotte Mason Indonesia, yang pada awalnya kukenal melalui media sosial terkait konten-konten seputar homeschooling. Saat itu aku kerap mencari informasi tentang pengasuhan anak.

Buku karya Ellen ini menjadi satu-satunya buku terkait pengasuhan/pendidikan anak yang kubaca serius dan berulang-ulang. Isinya komplet dan menarik, dengan gaya penulisan yang mudah dibaca dan kaya pustaka. Buku yang merangkum konsep pendidikan Charlotte Mason (1842-1923), pendidik asal Inggris. Ellen memerlukan waktu lima tahun untuk melakukan penelitian karya-karyanya sebelum membuat buku ini.

Sabtu, 27 Juni 2026

Petang Panjang di Central Park

 

"Poko'e maknyus!" ucap Bondan Winarno (1950-2017) usai mencicipi makanan dan membangkitkan selera penonton. Namanya melambung dan mulai kukenal saat menjadi pewara program televisi Wisata Kuliner di Trans TV. Buku ini sisi lain yang membuktikan Bondan sejatinya penulis dan jurnalis. Berisi 25 cerita pendek (cerpen) yang Ia tulis dalam rentang waktu 1983-2004. 

Membaca kumpulan cerpen penulis kelahiran Surabaya ini  membuatku seakan-akan sedang melintasi waktu dan keliling dunia lantaran banyak cerita dengan latar kota di beberapa negara, seperti Bologna, Frankfurt, New York, Bombay (Mumbai), Seoul, Saigon (Ho Chi Minh), Filipina, Vancouver, Swedia, Nairobu, Paris, atau Tijuana. Ada juga kota di dalam negeri seperti Jakarta, Semarang, atau Maluku Tengara.

Mayoritas narasi cerpen diambil dari sudut pandang lelaki sebagai tokoh utama, yang kebanyakan berprofesi sebagai jurnalis dan berasal dari Indonesia. Ini membuatku menduga tokoh utama itu Bondan, tapi entahlah, karena ini fiksi. Yang pasti cerpen-cerpen itu, menurut Bondan, dibuat sebagai penawar jenuh di sela-sela tugas jurnalismenya. 

Rabu, 24 Juni 2026

Cantik Itu Luka


Novel Cantik Itu Luka terbitan Gramedia Pustaka Utama, cetakan ke-48 tahun 2026, yang terdiri dari 508 halaman ini merupakan buku ketiga karya Eka Kurniawan yang pernah kubaca. Sebelumnya aku membaca Lelaki Harimau, novel kedua Eka, serta Cinta Tak Ada Mati, kumpulan cerita pendek. 

"Tak ada kutukan yang lebih mengerikan daripada mengeluarkan bayi-bayi perempuan cantik di dunia laki-laki yang mesum seperti anjing di musim kawin" ucap Dewi Ayu setelah melahirkan anak perempuan keempatnya yang buruk rupa dan diberi nama Cantik. Beberapa hari setelahnya Dewi Ayu mati lalu bangkit dari kuburnya 21 tahun kemudian. 

Dewi Ayu, tokoh utama dalam novel ini, cucu dari seorang perempuan pribumi yang dijadikan gundik oleh lelaki Belanda di era kolonialisme negeri kincir angin itu di Hindia Belanda. Saat Jepang datang menggantikan penjajah Belanda, Dewi bersama puluhan gadis dibawa ke rumah pelacuran dijadikan budak seks, dipaksa memuaskan nafsu berahi tentara Jepang. Itu terjadi di Halimunda, wilayah pesisir pantai selatan Jawa, diatur oleh Mama Kalong, perempuan pribumi setengah baya, pelacur yang naik posisi menjadi germo.

Sabtu, 20 Juni 2026

The Guardians (Para Pelindung)


Keith Russo, seorang pengacara muda di Florida, ditembak mati di ruang kerjanya. Quincy Miller, pria kulit hitam, yang pernah menjadi klien Russo untuk kasus perceraian, dituduh sebagai pelakunya. Bukti utama hilang, saksi dan ahli direkayasa, namun juri yang mayoritas kulit putih menyatakan Quincy bersalah dan hakim menjatuhkan vonis penjara seumur hidup. 

Kasus tersebut menyebabkan penasihat hukum Quincy, Tyler Townsend, yang sebelumnya gigih membela, tiba-tiba mundur sebagai pembela dan mengakhiri karirnya sebagai pengacara lalu pindah ke negara lain, akibat teror yang dialaminya.

Setelah mendekam di penjara selama 22 tahun, Ia mendapat bantuan dari Guardian Ministries, sebuah lembaga nirlaba yang memiliki misi membantu membebaskan orang-orang tidak bersalah. Cullen Post, pengacara sekaligus pendeta yang bekerja untuk Guardian Ministries, meyakini Quincy tidak melakukan pembunuhan.

Rabu, 10 Juni 2026

Terra Viva


"Apa yang kita makan, cara kita menumbuhkan bahan pangan, dan cara kita mendistribusikannya akan menentukan apakah umat manusia akan terus hidup atau mendorong dirinya sendiri dan spesies-spesies lainnya menuju kepunahan" tulis Vandana Shiva, ilmuwan sekaligus aktivis lingkungan asal India. Kutipan pernyataannya itu cukup mewakili memoar perjuangannya menjaga lingkungan dan merebut kedaulatan pangan yang tercatat dalam buku ini. 

Sosok Vandana Shiva muncul sebagai pengkritik revolusi hijau paling terkemuka. Dengan dalih meningkatkan produksi pangan, revolusi hijau justru merusak keanekaragaman hayati dengan pertanian monokultur, penggunaan bahan kimia, dan monopoli benih pangan oleh raksasa industri pertanian. Terinspirasi gaya perlawanan anti kekerasan Gandhi dan gerakan Chipko, Shiva secara konsisten melawan kedigdayaan perusahaan raksasa semacam Bayer-Monsanto atau Gates Foundation yang disebutnya sebagai Kartel Racun yang merusak.

Jumat, 29 Mei 2026

Trabar Batalla


Trabar Batalla, bahasa Spanyol yang bermakna bertemu dalam pertempuran. Menjadi judul buku karya Remy Sylado dan merupakan sekuel dari roman Inani Keke. Sebuah roman yang berlatar kolonialisme Spanyol di Minahasa pada abad 16. 

Josefito Ranoyapo Panda atau Pepito, seorang mestizo, blasteran Spanyol-Minahasa. Setelah dewasa Dia baru mengetahui ayahnya, Wai Ranoyapo (tokoh utama dalam Inani Keke), meninggal bukan karena kecelakaan, tapi dibunuh. Ibunya yang orang Spanyol, Isabella Pigafetta, merahasiakan pembunuhan itu. 

Isabella telah menikah lagi dengan lelaki Spanyol, Pierre Durant, yang berkuasa dan menghuni Benteng El Amoran, di Uwuran, Minahasa. Mereka memiliki anak bernama Fidel Durant. Pepito kerap mendapat perlakuan buruk dari Pierre Durant, ayah tirinya itu.

Sabtu, 23 Mei 2026

Inani Keke


Pada awal abad 16, orang-orang Spanyol dalam ekspedisinya mengalami peperangan dengan bangsa Filipina. Mereka meneruskan perjalanan ke selatan. Di Selat Maluku, Portugis yang hendak mendominasi kuasa di wilayah jajahannya, menahan mereka dan memenjarakannya di Tidore. Nelayan asal Minahasa yang membenci Portugis membebaskan orang-orang Spanyol itu dan membawanya ke Minahasa. 

Wai Ranoyapo, pemuda Desa Liliku di Minahasa, dihukum cambuk atas keputusan adat meski tuduhan kepadanya belum terbukti. Seorang perempuan yang menyukai Wai namun ditolak, telah menuduh Wai berusaha memerkosanya. Dewan negeri sebagai pemimpin adat teperdaya dan memberikan vonis atau popogota berdasarkan hukum tidak tertulis.

Setelah menerima hukuman cambuk, dalam keadaan sempoyongan Wai memutuskan untuk meninggalkan desanya, pergi ke selatan menuju wilayah Bolaang Mongondow. Wai yang tak kuat lagi menegakkan kakinya, jatuh terguling dari atas bukit. Tubuhnya ditemukan oleh keluarga Macapoga di kaki Gunung Simbalang.

Kamis, 21 Mei 2026

Robohnya Surau Kami


"Kami ini umat-Mu yang tinggal di Indonesia, Tuhanku" kata Haji Saleh ketika protes bersama penghuni neraka lain kepada Tuhan. 

"O, di negeri yang tanahnya subur itu?"

"Ya benarlah itu, Tuhanku"

"Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang ... engkau kira aku ini suka pujian, mabuk disembah saja, ... kamu semua mesti masuk neraka" kata Tuhan.

Dialog itu merupakan kutipan dari cerita pendek (cerpen) berjudul Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis. Menggambarkan sikap seseorang yang meninggalkan urusan duniawi demi melakukan segala bentuk sembah. Saat di akhirat, alih-alih dimasukkan ke surga, Tuhan justru menjebloskannya ke bagian kerak neraka.

Rabu, 13 Mei 2026

Rara Mendut


"Tubuh dirampas memang, tetapi hati tidak" ujar Rara Mendut yang menolak dijadikan selir Tumenggung Wiraguna, panglima perang Kerajaan Mataram. Gadis pesisir Pati anak janda miskin yang urakan dan pemberang itu dijadikan rampasan akibat kekalahan perang. Adipati Pragola, penguasa Pati diserang karena menolak tunduk pada kekuasaan Mataram. Nasib Wiraguna. Jaya di medan perang, tumbang dalam kubang asmara. 

Wiraguna yang menggandrungi Rara Mendut membuat cumburu istri utamanya, Nyai Ajeng. Meski begitu Dia menaruh hormat pada Mendut. "Tanpa wanita semacam Mendut itu, kaum perempuan akan tetap tinggal di lumpur sawah yang hanya betugas menumbuhkan padi. Dihargai memang, tetapi tetap diinjak-injak kerbau dan dicangkuli seenak petani" kata Nyai Ajeng.

Selir-selir Wiraguna yang lain turut cemburu dan melempar anggapan Mendut yang urakan hanya akan merusak wibawa panglima perang itu. Bila perempuan lain merasa diangkat harkatnya dengan dijadikan selir oleh petinggi, tapi tidak bagi Rara Mendut. Baginya itu hanya akan menbuatnya menjadi barang hiburan belaka dan hidup terkurung.

Selasa, 05 Mei 2026

Catatan Pembunuhan Sang Novelis


Misteri pembunuhan penuh teka-teki, memancing pembaca turut menerka siapa pelaku dan apa motifnya. Saat hampir tiba pada kesimpulan, pembaca dihadapkan pada misteri lain yang mengubah perkiraan sebelumnya. Itulah yang terjadi saat aku membaca novel Malice: Catatan Pembunuhan Sang Novelis karya Keigo Higashino. 

Cerita tentang terbunuhnya seorang novelis populer, Hidaka Kunihiko, di ruang kerja dalam rumahnya yang saat ditemukan dalam keadaan terkunci dan gelap. Dua orang pertama yang menemukan mayatnya adalah istrinya, Rie-san, dan sahabatnya, Nonoguchi Osamu.

Kasus tersebut diselidiki oleh Detektif Kaga Kyoichiro yang berhasil mengungkap pelakunya. Saat atasan menggangap kasus itu telah selesai, Kaga justru belum yakin dengan motif pembunuhannya. Salah satu novel karya Hidaka menjadi pintu masuk bagi Kaga menelurusi motif sebenarnya dari pelaku.

Sabtu, 04 April 2026

Namaku Mata Hari


Namaku Mata Hari merupakan judul keenam novel karya Remy Sylado (1945-2022) yang pernah kubaca. Sebelumnya ada Novel Pengeran Diponegoro, Kerudung Merah Kirmizi, Cau-Bau-Kan, Parijs van Java, dan Malaikat Lereng Tidar. Selalu menyenangkan membaca karya-karya penulis serba bisa yang nyentrik keturunan Minahasa itu. 

Margaretha Geertruida alias Mata Hari, tokoh utama dalam cerita, adalah seorang pelacur. Dia tak pernah merasa terhina dengan sebutan itu. Perempuan Belanda yang telah melakukan sanggama dengan banyak laki-laki, mulai dari jenderal dan pejabat tinggi. Namanya mulai tersohor setelah tampil sebagai penari profesional di Paris, Prancis.

Dia pelacur yang pandai dan berbakat. Menjaga kecerdasannya dengan selalu membaca buku di perpustakaan, serta piawai menari erotis jawa yang dipelajarinya di Borobudur, Magelang, saat dia ikut suaminya, Rudolph MacLeod, tentara Belanda yang berkewarganegaraan Skotlandia, pindah bekerja di Hindia Belanda. Mata Hari juga seorang poliglot yang menguasai tujuh bahasa asing.

Rabu, 18 Maret 2026

Negeri Senja

 

Aku, tokoh utama dalam novel ini, musafir yang telah mengembara selama 30 tahun, melintasi berbagai negara. Tak ada tujuan selain melupakan kesedihan yang tak kunjung redam. Sampai tibalah dia di Negeri Senja, negeri di mana matahari tak pernah benar-benar tenggelam. Langit selalu menyemburatkan warna jingga keemasan, tanpa siang, tanpa malam. 

Negeri yang berada dalam kuasa perempuan buta bernama Tirana, yang bisa membaca pikiran orang dan memenjarakan roh orang mati. Tiada kebebasan, tiada pengetahuan. Rakyatnya hidup dalam kegelapan, kesunyian, dan ketakutan. Setiap protes meski masih dalam pikiran dapat diketahui Tirana dan langsung ditindas, dengan hukuman mati.

Masa lalu membentuk kediktatoran Tirana, yang semula pemberontak terhadap penguasa sebelumnya. Selama 300 tahun Tirana berkuasa, pemberontakan yang menentang kekuasaannya senantiasa hadir dan bergerak di bawah tanah. Semua berhasil ditumpasnya. Muncul penantian rakyat akan kehadiran sang juru selamat, Penunggang Kuda dari Selatan.

Jumat, 13 Maret 2026

Na Willa

 

"Quand je more tourne vers mes souvenirs, je revois la maison où j'ai grandi" sebuah kutipan lagu milik penyanyi perempuan Prancis, Françoise Hardy. Artinya kurang lebih begini: saat aku mengenang masa lalu, aku melihat rumah tempatku dibesarkan. Kutipan itu ada di halaman bagian depan buku Na Willa karya Reda Gaudiamo. Kutipan yang cukup mewakili isi buku setelah kubaca sampai akhir. Bernostalgia. 

Bercerita tentang seorang anak bernama Na Willa, seusia anak Taman Kanak-Kanak (TK), yang menjalani kehidupannya di sebuah gang di Kota Surabaya. Hidup di rumah bersama Mak dan Mbok, sementara Pak kerap pergi berlayar. Bermain bersama Farida, yang tak bisa mengucap huruf 'r', Bud, yang suka mengeluarkan ingus, juga Dul, yang jago main kelereng dan layang-layang. Willa anak paling kecil di antara kawan-kawannya itu.

Jalan cerita diambil dari sudut pandang Na Willa, mengajakku melihat cara pandang anak-anak. Banyak hal lucu, misalnya ketika Willa merasa heran dengan Radio yang bisa mengeluarkan suara orang bernyanyi dan berbincang-bincang. Didorong rasa ingin tahu yang besar, dibongkarnya radio itu menggunakan obeng untuk memastikan apakah ada orang di dalamnya.

Senin, 09 Maret 2026

The Accusation, Kisah Terlarang dari Korea Utara

 

Setelah membaca novel 1984 karya George Orwell yang mencekam itu, membuatku penasaran dengan kehidupan sehari-hari di Korea Utara, negara yang saat ini masih menutup diri dari dunia luar dan penguasanya dikenal menjalankan kepemimpinan dengan tangan besi. Rasa penasaran itu mempertemukanku dengan buku terjemahan berjudul The Accusation, Kisah Terlarang dari Korea Utara

Buku setebal 248 halaman, terbitan Sociality tahun 2018 itu berisi tujuh cerita pendek (cerpen) yang ditulis oleh Bandi, nama pena dari penulis yang identitasnya dirahasiakan demi keamanan. Bandi dalam bahasa Korea berarti kunang-kunang. Cerita-cerita itu ditulis oleh Bandi dalam rentang waktu sekitar 1989-1995, saat Korea Utara masih dalam kepemimpinan Kim Il-Sung dan masa peralihan ke kepemimpinan Kim Jong Il. Keduanya adalah Kakek dan Ayah dari Kim Jong-Un, Pemimpin Tertinggi Korea Utara saat ini.

Saat buku ini diterbitkan pertama kali di Korea Selatan, Bandi masih berada di Korea Utara. Tinggal bersama istri dan anaknya. Naskah aslinya berhasil diselundupkan berkat kerabat dan kawan-kawannya. Sebab mustahil menerbitkan cerita itu di Korea Utara. Meski fiksi tapi apa yang diceritakan oleh Bandi dipercaya menggambarkan kehidupan nyata di Korea Utara, serta kritik tersurat terhadap rezim yang totaliter.

Jumat, 27 Februari 2026

30 Paspor The Peacekeepers' Journey


Mahasiswa diwajibkan memiliki paspor, kemudian diminta pergi sendirian ke satu atau dua negara yang memiliki bahasa dan budaya berbeda dengan Indonesia. Tidak boleh ditemani. Segala persiapan diurus secara mandiri, tidak boleh dibantu keluarga atau teman. Sebaliknya, di negara tujuan mereka diminta membantu siapa saja yang ditemui. Membawa pesan damai dengan cara sederhana. Hasil berpergian itu dibuat laporan dalam bentuk makalah dan dipresentasikan. 

Metode belajar yang unik dan 'gila' itu diterapkan oleh Rhenald Kasali, untuk mata kuliah Pemasaran Internasional di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Tentu saja metode itu diprotes pihak kampus maupun orangtua mahasiswa. Metode itu tidak ada di silabus, mengganggu perkuliahan dosen lain, kecemasan orangtua karena anaknya harus sendirian di luar negeri, dan tentu saja biaya yang tidak sedikit. Itu beberapa hal yang dikeluhkan.

"Ibarat eksplorasi Columbus, anak-anak muda yang pertama kali pergi ke luar negeri seorang diri akan berhadapan dengan banyak ketidakpastian, kegundahan, ketidakberdayaan, dan segala keterbatasan" kata Rhenald Kasali dalam prolog buku ini. Dirinya yakin dalam keterbatasan itu mereka mampu mencari 'pintu keluar' dari kesulitan yang mereka hadapi dan kelak mereka akan menjadi rajawali.

Selasa, 24 Februari 2026

Koloni


Membaca novel Koloni karya Ratih Kumala ini mengingatkan pada buku Animal Farm karya George Orwell. Keduanya sama-sama fabel yang mengangkat soal perebutan kekuasaan. Jika di Animal Farm menggunakan karakter hewan yang beragam dengan karakter utama seekor babi, sementara Koloni menggunakan karakter semut api. 

"Kupersembahkan Koloni, dongeng tentang semut untuk pembaca yang lelah hidup di dunia manusia" ujar Ratih pada unggahan di Instagramnya. Dalam cerita karangannya, Ratih mengelompokkan semut api menjadi empat golongan, yaitu semut ratu, semut pekerja, semut prajurit, dan semut jantan. Semuanya memiliki peran masing-masing.

Semut ratu adalah semut yang bertugas bertelur dan memastikan kehidupan koloni terus berlangsung dan tidak punah. Dari golongan inilah pemimpin koloni berasal dengan sebutan Ratu. Semut pekerja adalah semut yang bertugas mencari dan menyimpan makanan, merawat telur, dan melayani Ratu. Semut prajurit adalah semut yang bertugas menjaga keamanan. Ketiga golongan tersebut diampu oleh semut betina. Sementara golongan terakhir adalah semut jantan, yang tugasnya hanya menghabiskan makanan, kawin sekali di musimnya lalu mati.

Senin, 23 Februari 2026

Mata dan Rahasia Pulau Gapi


Mata dan Rahasia Pulau Gapi adalah novel kedua dari seri cerita petualangan anak bernama Matara atau Mata karya Okky Madasari. Melanjutkan petualangan Mata sebelumnya di buku Mata di Tanah Melus yang bertemu dengan Suku Melus di Kabupaten Beru, Nusa Tenggara Timur. 

Kali ini Mata yang sudah berusia 12 tahun harus pindah dari Jakarta ke  Maluku Utara lantaran Ayahnya diminta menjadi manajer sebuah hotel, setelah berhenti sebagai jurnalis akibat perusahaannya bangkrut. Ibunya yang sempat kecewa karena gagal memasukkan Mata ke SMP favorit, senang bukan main dengan rencana kepindahan itu.

Rumah hunian baru mereka di Pulau Gapi (kini Ternate) dekat pelabuhan dengan pemandangan cantik Pulau Maitara dan Pulau Tidore. Mata bertemu dengan Molucas atau Molu, seekor kucing hitam yang bisa bicara dan sudah hidup ratusan tahun. Molu mengajak Mata mengunjungi beberapa tempat dan bercerita tentang masa lalunya.

Selasa, 17 Februari 2026

1 9 8 4


Nineteen Eighty-Four atau 1984 merupakan salah satu novel yang membuat nama penulisnya, George Orwell, masyhur. Novel terakhir Eric Arthur Blair (nama sebenarnya dari Orwell) yang terbit pertama kali pada tahun 1949, satu tahun sebelum kematiannya. Buku kedua karya novelis Inggris itu yang kubaca setelah Animal Farm

Winston Smith, tokoh utama dalam novel ini, seorang pegawai pada pemerintahan totaliter di sebuah negara bernama Oceania yang secara ekstrim mengontrol seluruh aspek kehidupan warga negaranya, baik di ruang publik maupun pribadi, termasuk dalam ranah pikiran. Perang adalah Damai, Kebebasan adalah Perbudakan, Kebodohan adalah Kekuatan, merupakan tiga jargon partai tunggal yang berkuasa di Oceania. Dengan kepemimpinan Bung Besar yang dikultuskan. 

Kediktatoran itu dijalankan melalui empat kementerian. Kementerian Kebenaran yang mengurusi  berita, hiburan, pendidikan, dan seni. Kementerian Perdamaian yang mengurusi perang. Kementerian Cinta Kasih yang mengurusi hukum dan ketertiban. Serta Kementerian Tumpah Ruah yang mengurusi perekonomian. Winston bekerja di Kementerian Kebenaran. Dia sehari-hari bekerja memproduksi narasi berita bohong tentang keberhasilan pemerintah.

Sabtu, 07 Februari 2026

#Reset Indonesia


Kenapa di Indonesia air dari keran tak bisa langsung diminum? Kenapa di negara yang sebagian besar laut ini, kita harus mengeluarkan banyak uang untuk menikmati seafood? Dengan kekayaan alam dan keragaman hayati yang melimpah, kenapa masih kerap terjadi kelangkaan bahan pangan dan kekurangan gizi? Pertanyaan yang menggelitik. Mungkin juga klise. Tapi apa akar masalahnya? 

Buku #Reset Indonesia: Gagasan tentang Indonesia Baru terbitan Koperasi Indonesia Baru yang ditulis oleh Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu ini memberikan jawaban sekaligus menunjukkan kondisi negara yang karut-marut akibat salah kelola.

Apa yang disampaikan oleh Farid Gaban dan kawan-kawan bukan berasal dari menara gading atau sekadar asumsi mereka, tapi hasil pengamatan langsung melalui tiga kali ekspedisi keliling Indonesia dengan sepeda motor bekas yang dimodali sebuah koperasi. Di beberapa tempat mereka tidur di rumah-rumah warga, kadang mendirikan tenda. Dengan metode ini, denyut nadi kehidupan rakyat serta daya juangnya bertahan hidup dapat diketahui dari dekat.

Rabu, 04 Februari 2026

Tabula Rasa


Tabula Rasa menceritakan kisah Galih, lelaki yang pernah kehilangan cintanya, Krasnaya, gadis rusia dan seorang pelukis yang ditemuinya pertama kali di Red Square, Moskwa. Saat itu Galih dan keluarganya bermukim di Negara yang berada di bawah kepemimpinan Mikhail Gorbachev itu lantaran mengikuti dinas bapaknya sebagai duta besar. Dalam situasi politik menjelang bubarnya Uni Soviet, Krasnaya mati terbunuh. 

Sepuluh tahun kemudian, saat Galih menjadi dosen di Yogyakarta, dia bertemu Raras, seorang mahasiswi yang juga pelukis. Raras menyimpan luka masa lalu dan mengalami kegamangan akibat orientasi seksual yang berbeda. Galih dan Raras menjalin kasih.

Tabula Rasa merupakan novel pertama Ratih Kumala, penulis yang juga menulis Gadis Kretek, novel yang telah diadaptasi dalam film oleh sepasang sutradara, Kamila Andini dan Ifa Isfansyah. Ratih juga istri dari penulis Eka Kurniawan, yang bukunya Lelaki Harimau baru selesai kubaca di bulan Januari lalu.