Kediktatoran itu dijalankan melalui empat kementerian. Kementerian Kebenaran yang mengurusi berita, hiburan, pendidikan, dan seni. Kementerian Perdamaian yang mengurusi perang. Kementerian Cinta Kasih yang mengurusi hukum dan ketertiban. Serta Kementerian Tumpah Ruah yang mengurusi perekonomian. Winston bekerja di Kementerian Kebenaran. Dia sehari-hari bekerja memproduksi narasi berita bohong tentang keberhasilan pemerintah.
Gerak-gerik warga diawasi melalui sebuah alat bernama Teleskrin (serupa kamera pengawas yang bisa menangkap dan mengeluarkan suara dan gambar) yang diletakkan di banyak tempat. Melalui Teleskrin informasi-informasi yang diproduksi pemerintah juga dipropagandakan. Di balik Teleskrin ada Polisi Pikiran yang senantiasa mengawasi. Sesama warga saling mencurigai.
Menyendiri adalah perbuatan yang dicurigai. Nafsu seksual dilarang, meskipun melakukannya dengan pasangan resmi. Hubungan seksual dilakukan semata-mata untuk mencapai tujuan partai, melahirkan generasi penerus. Membicarakan kehidupan masa lalu merupakan perbuatan yang dapat dikenakan hukuman, karena itu termasuk kejahatan pikiran. Menggantung orang sebagai hukuman telah menjadi hal yang banal, bahkan menjadi tontonan anak-anak.
Kondisi kehidupan yang dikekang, penuh teror, dan mencekam menyebabkan Winston muak dan berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Namun Winston bertemu dan menjalin kasih dengan Julia, perempuan yang awalnya diduga sebagai mata-mata. Julia yang berjiwa pemberontak memberinya semangat dan harapan. Mereka bergabung dalam Persaudaraan, sebuah organisasi yang melakukan perlawanan terhadap kekuasaan partai.
Membaca buku berisi 400 halaman cetakan kelima edisi tiga Penerbit Bentang tahun 2017 ini terasa berat di bagian-bagian awal. Orwell berusaha menggambarkan situasi distopia di negara fiksi Oceania. Tapi bagian awal itu penting untuk dapat merasakan suasana mencekam pada kelanjutan ceritanya.
-Bekasi, 17 Februari 2026-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar