Selasa, 17 Februari 2026

1 9 8 4


Nineteen Eighty-Four atau 1984 merupakan salah satu novel yang membuat nama penulisnya, George Orwell, masyhur. Novel terakhir Eric Arthur Blair (nama sebenarnya dari Orwell) yang terbit pertama kali pada tahun 1949, satu tahun sebelum kematiannya. Buku kedua karya novelis Inggris itu yang kubaca setelah Animal Farm

Winston Smith, tokoh utama dalam novel ini, seorang pegawai pada pemerintahan totaliter di sebuah negara bernama Oceania yang secara ekstrim mengontrol seluruh aspek kehidupan warga negaranya, baik di ruang publik maupun pribadi, termasuk dalam ranah pikiran. Perang adalah Damai, Kebebasan adalah Perbudakan, Kebodohan adalah Kekuatan, merupakan tiga jargon partai tunggal yang berkuasa di Oceania. Dengan kepemimpinan Bung Besar yang dikultuskan. 

Kediktatoran itu dijalankan melalui empat kementerian. Kementerian Kebenaran yang mengurusi  berita, hiburan, pendidikan, dan seni. Kementerian Perdamaian yang mengurusi perang. Kementerian Cinta Kasih yang mengurusi hukum dan ketertiban. Serta Kementerian Tumpah Ruah yang mengurusi perekonomian. Winston bekerja di Kementerian Kebenaran. Dia sehari-hari bekerja memproduksi narasi berita bohong tentang keberhasilan pemerintah.

Gerak-gerik warga diawasi melalui sebuah alat bernama Teleskrin (serupa kamera pengawas yang bisa menangkap dan mengeluarkan suara dan gambar) yang diletakkan di banyak tempat. Melalui Teleskrin informasi-informasi yang diproduksi pemerintah juga dipropagandakan. Di balik Teleskrin ada Polisi Pikiran yang senantiasa mengawasi. Sesama warga saling mencurigai.

Menyendiri adalah perbuatan yang dicurigai. Nafsu seksual dilarang, meskipun melakukannya dengan pasangan resmi. Hubungan seksual dilakukan semata-mata untuk mencapai tujuan partai, melahirkan generasi penerus. Membicarakan kehidupan masa lalu merupakan perbuatan yang dapat dikenakan hukuman, karena itu termasuk kejahatan pikiran. Menggantung orang sebagai hukuman telah menjadi hal yang banal, bahkan menjadi tontonan anak-anak.

Kondisi kehidupan yang dikekang, penuh teror, dan mencekam menyebabkan Winston muak dan berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Namun Winston bertemu dan menjalin kasih dengan Julia, perempuan yang awalnya diduga sebagai mata-mata. Julia yang berjiwa pemberontak memberinya semangat dan harapan. Mereka bergabung dalam Persaudaraan, sebuah organisasi yang melakukan perlawanan terhadap kekuasaan partai.

Membaca buku berisi 400 halaman cetakan kelima edisi tiga Penerbit Bentang tahun 2017 ini terasa berat di bagian-bagian awal. Orwell berusaha menggambarkan situasi distopia di negara fiksi Oceania. Tapi bagian awal itu penting untuk dapat merasakan suasana mencekam pada kelanjutan ceritanya. 


-Bekasi, 17 Februari 2026-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar