Senin, 16 Februari 2026

Bekasi Book Party


Berawal dari ajakan Kak Laras pada media sosial Threads, 26 Januari 2026,  "Teman², adakah yang sedang cari temen baca buku dan diskusi area Kota Bekasi? Saya lagi cari partner untuk membentuk IBP (Indonesia Book Party) cabang Kota Bekasi. Kalo ada yang minat dan serius, boleh banget komen atau DM yak" begitu bunyi Threads Kak Laras. Ajakan itu merupakan 'cek ombak' untuk mengetahui antusias orang lain yang memiliki kegemaran sama, yaitu membaca buku. 

IBP merupakan salah satu komunitas pecinta buku yang ada di Indonesia. Keanggotaannya bersifat sukarela dan sangat terbuka bagi siapapun. Dengan jargon "Bhineka Tunggal Pustaka", IBP menghormati segala perbedaan bacaan dan menyatukannya dengan satu hal, kecintaan pada buku. IBP sudah terbentuk di banyak kota di Indonesia, bahkan ada juga di luar negeri, namun di Kota Bekasi belum ada.

Ajakan Kak Laras ternyata disambut dengan antusias warga Bekasi dari segala penjuru. Kak Laras kemudian melakukan komunikasi dengan beberapa orang untuk membentuk tim pengurus. Dua hari setelah ajakannya di Threads, terbentuklah dua grup WhatsApp: Tim Bekasi Book Party dan Book Mates Bekasi. 

Grup pertama adalah grup berisi 9 orang pengurus, yaitu Kak Laras (Koordinator), Kak Annisa (Wakil Koordinator), Kak Cindy, Kak Syifa, dan Kak Eno (Tim Planner & Gryter), Kak Nana dan Kak Noviet (Tim Kreatif), Kak Fety dan Kak Asep (Tim Humas). Sementara grup kedua merupakan wadah untuk warga Bekasi yang tertarik dengan ide book party, sekaligus media informasi.

Melalui grup, sembilan orang pengurus yang sebelumnya tidak saling kenal mulai melakukan komunikasi. Dari obrolan itu, setidaknya terdapat tiga pendapat terkait rencana pendirian Bekasi Book Party. Pertama, menunggu informasi pihak dari IBP untuk melakukan pertemuan. Kedua, diadakan pertemuan tatap muka pengurus secara luring sambil menunggu informasi dari IBP. Ketiga, diadakan pertemuan tatap muka pengurus secara daring. Semangat yang menggebu namun kesibukan masing-masing menjadi kendala untuk bertemu langsung. Pada akhirnya kami menyepakati pilihan ketiga.

Minggu malam, 1 Februari 2026, Tim Pengurus akhirnya melakukan pertemuan pertama secara daring. Saling berkenalan dan berbagi cerita tentang buku yang disuka atau sedang dibaca. "Kenapa pengurus ditetapkan 9 orang?" tanya Kak Laras secara retorika saat membuka pertemuan itu. "Saya terinspirasi dari Panitia Sembilan yang merumuskan dasar negara Indonesia" jelasnya. Kak Laras memiliki harapan semangat pengurus serupa Panitia Sembilan yang terdiri dari Sukarno, Mohammad Hatta, Maramis, Abikoesno  Tjokrosoejoso, Agus Salim,  Mohammad Yamin, Abdul Wachid Hasjim, Achamd Soebardjo, dan Abdul Kahar Moezakir.

Malam itu juga, pengurus melakukan uji coba sharing session, saling menceritakan seputar buku yang sedang dibaca. Ada beberapa buku yang diceritakan, seperti Reset Indonesia (Farid Gaban dkk), Lauk Daun (Hartari), Setiap Muslim Wajib Punya Ini (Karim asy Syadzily), atau Malaikat Lereng Tidar (Remy Sylado). Di kemudian hari, Kak Laras mengusulkan pertemuan pertama pengurus tersebut ditetapkan sebagai hari terbentuknya Bekasi Book Party.

Rabu malam, 4 Februari 2026, diadakan pertemuan secara daring dengan IBP. Kak Syafiq dari Semarang Book Party menjelaskan apa itu Indonesia Book Party serta berbagi pengalaman mengenai book party atau kegiatan lainnya yang pernah diselenggarakan. Pertemuan ini cukup memberikan gambaran dan menambah semangat untuk segera menyelenggarakan book party perdana di Bekasi.

Minggu malam, 8 Februari 2026, kembali diadakan pertemuan pengurus untuk mendiskusikan penyelenggaraan book party pertama di Kota Bekasi. Bagaimana konsep acaranya, kapan dan di mana lokasi penyelengaraannya. Silent Reading dan Sharing Session ditetapkan sebagai acara inti. Love Letter to Yourself merupakan acara tambahan yang ditetapkan. Menulis surat cinta kepada diri sendiri, bertepatan dengan perayaan hari kasih sayang, karena book party pertama ditetapkan pada hari Sabtu, 14 Februari 2026, Jam 2 sampai dengan Jam 5 sore. Bertempat di Alun-Alun M. Hasibuan Kota Bekasi.

Sabtu, 14 Februari 2026. Akhirnya book party itu terwujud. Diikuti 18 orang, terdiri dari 13 perempuan dan 5 laki-laki. Beragam buku, baik fiksi maupun non-fiksi. Semua dibaca dan diceritakan dengan antusias. Hujan mengguyur membuat semua yang sedang masyuk, serentak berpindah dari taman terbuka ke pendopo. Segalanya dijalani dengan penuh tawa dan canda. Menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.


-Bekasi, 16 Februari 2026-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar