Selasa, 07 Juli 2026

Cinta Yang Berpikir



"Modal awal untuk menjadi orang tua yang baik adalah rasa cinta mendalam kepada anak-anak. Akan tetapi, dalam hal mengasuh anak, cinta harus dilengkapi dengan pengetahuan" kata Ellen Kristi menjelaskan judul bukunya Cinta Yang Berpikir, Sebuah Manual Pendidikan Karakter Charlotte Mason.

Ellen Kristi, penulis buku ini, seorang konselor dan pendiri komunitas Charlotte Mason Indonesia, yang pada awalnya kukenal melalui media sosial terkait konten-konten seputar homeschooling. Saat itu aku kerap mencari informasi tentang pengasuhan anak.

Buku karya Ellen ini menjadi satu-satunya buku terkait pengasuhan/pendidikan anak yang kubaca serius dan berulang-ulang. Isinya komplet dan menarik, dengan gaya penulisan yang mudah dibaca dan kaya pustaka. Buku yang merangkum konsep pendidikan Charlotte Mason (1842-1923), pendidik asal Inggris. Ellen memerlukan waktu lima tahun untuk melakukan penelitian karya-karyanya sebelum membuat buku ini.

Buku terbitan Ein Instititue, Edisi Revisi, Agustus 2016 ini terdiri dari 263 halaman. Ada tiga bagian yang masing-masing mengulas filosofi pendidikan Charlotte Mason (CM), kurikulum dari konsep pendidikannya, serta perbandingan dengan metode pendidikan lain semacam Klasikal, Unschooling, atau Montessori.

Anak bukan kertas kosong yang siap ditulisi apa saja oleh orang tuanya atau playdough yang bisa dibentuk apa saja sesuka kita. Sekali lagi, bukan! Anak adalah satu pribadi yang utuh, berjiwa, punya selera, hasrat, dan opini sendiri. Begitu cara pandang dasar CM dalam memahami anak. Dengan cara pandang demikian, maka orang tua atau pendidik hanya berperan memantik pikiran, hasrat, dan perasaan-perasaan anak.

Salah satu ikon metode pendidikan CM adalah Living Books. Buku-buku inspiratif yang menggugah dan membangun kepribadian anak, yang dituturkan secara naratif. Anak-anak harus memperoleh living books. Buku yang berisi nilai dan moral tanpa menggurui, serta memberi ruang bagi anak untuk membuat tafsir sendiri.

Ada banyak filosofi dan metode pendidikan CM lain yang diulas dalam buku ini. Semuanya mengarah pada tujuan pembentukan pribadi Magnanimous. Secara harfiah berarti luhur budi atau murah hati. Pribadi yang di satu sisi memilki kesanggupan untuk berpikir gagasan-gagasan besar dan memiliki minat luas, di sisi lain siap untuk hidup bersahaja.

Membaca buku ini mengajakku senantiasa berefleksi. Tepat seperti ungkapan edukasionalis Naomi Aldort yang dikutip oleh Ellen, raising children, raising ourselves, mendidik anak pada hakikatnya adalah mendidik diri sendiri.


-Bekasi, 7 Juli 2026-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar