Selasa, 22 September 2026

Aroma Karsa


Membaca novel karya Dee Lestari ini membawaku menjelajahi dunia parfum yang magis. Mengunjungi Grasse, sebuah kota di Prancis bagian tenggara yang dikenal sebagai ibu kota parfum dunia. Mampir ke pabrik-pabrik legendarisnya semacam Galimard, Molinard, dan Fragonard. 

Jati Wesi, pemuda yang tinggal di Bantar Gebang Bekasi, kerap dipanggil 'hidung tikus' karena memiliki kemampuan membaui segala aroma. Berkat kemampuannya itu ia berhasil menemukan mayat di bawah tumpukan bukit sampah, suatu hal yang dianggap tidak masuk akal oleh kepolisian setempat yang hampir gagal melakukan penyidikan kasus pembunuhan. 

Jati bekerja di toko parfum isi ulang sebagai peracik yang membuatnya ditangkap dan ditahan oleh polisi lantaran dituduh membuat dan menjual parfum imitasi produk perusahaan komestik besar bernama Kemara. Raras Prayagung, pemilik perusahaan Kemara, menegosiasikan kasus itu kepada Jati dan memberikan dua pilihan: dipenjara atau bekerja untuk Kemara seumur hidup. Demi membebaskan majikan dan teman kerjanya di toko parfum yang ikut ditahan akibat kesalahannya, Jati terpaksa memilih bekerja bersama Raras Prayagung.

Minggu, 06 September 2026

Kritikus Adinan


Sinting! lebih gila ketimbang cerita-cerita dalam buku Orang-Orang Bloomington yang pernah kubaca. Barangkali memang gaya Budi Darma (1937-2021) menciptakan karakter tokoh yang janggal dan asosial. Tipikal karya fiksi yang tak mudah dinikmati, tapi mengajak untuk merefleksikan diri serupa saat membaca Gagal Menjadi Manusia (Osamu Dazai) atau Metamorfosa Samsa (Franz Kafka). 

Buku Kritkus Adinan ini berisi kumpulan cerpen. Judul buku diambil dari salah satu judul cerpen di dalamnya. Buku ini diterbitkan oleh penerbit Bentang tahun 2017, yang terdiri dari 274 halaman. Kupinjam dari Perpustakaan Jakarta di Taman Ismail Marzuki.

Ada 15 cerita yang serba absurd. Misalnya cerpen berjudul Krematorium Itu Untukku, tentang seorang yang datang ke pembakaran jenazah kerabatnya, tapi ketika tiba di lokasi dirinya justru ikut dikremasi. Pada cerpen Salipan, seorang lelaki yang mengetahui istrinya pergi berselingkuh mendatangi rumah lelaki selingkuhan istrinya yang ternyata kosong. Ia membakar diri di atas kasur kamar lelaki itu. Lalu saat istri dan selingkuhannya tiba di rumah itu dan melihat terkapar mereka cuek tak nampak terkejut, lalu melanjutkan kemesraannya dengan mandi bersama di sebuah bak.

Jumat, 04 September 2026

Sihir Perempuan


Cara Intan Paramaditha meracik kisah horor dan mistis dengan persoalan kaum perempuan dari perspektif feminis dalam buku kumpulan cerita pendek ini menurutku sangat menarik. Pengalaman pertamaku membaca karya penulis yang juga salah satu pendiri Sekolah Pemikiran Perempuan.

Ada sebelas cerpen dalam buku yang diberi judul Sihir Perempuan ini. Buku cetakan pertama terbitan Gramedia Pustaka Utama tahun 2017 yang terdiri dari 158 halaman. Sebelumnya kumpulan cerpen itu pernah diterbitkan oleh penerbit Kata Kita pada tahun 2005.

Tiga cerpen yang paling kusuka adalah Pemintal Kegelapan, Mak Ipah dan Bunga-Bunga, serta Misteri Polaroid. Dalam cerpen Pemintal Kegelapan seorang anak selalu diceritakan dongeng oleh ibunya tentang hantu perempuan penghuni loteng rumahnya. Loteng yang tak boleh dijamahnya. Namun dongeng itu tak lagi menarik setelah ibunya berpisah dengan ayahnya. Setelah menjanda beragam stigma negatif dilekatkan pada ibunya oleh para tetangga, lantaran kerap gonta-ganti pasangan tanpa menikah.