Jumat, 12 Juni 2026

Senja Kala Babi dan Kekuasaannya


Babak I - Gapai Kekuasaan. 

"Menangkan Babi, cari suara sebanyak-banyaknya, apapun caranya. Jika tidak, kasusmu taruhannya!" ancam Tikus, loyalis Partai Itik, kepada Bebek, Kepala Kampung Sukar Maju. 

Bebek gemetar ketakutan. Menyesali diri. Terlintas dalam ingatannya 4 tahun lalu. Ketika Ia menerima dana untuk mengelola Koperasi Patriot yang idenya sama sekali tak Ia sepakati. Serupa Bandung Bondowoso tergesa membangun candi, koperasi pun berdiri.

Syahdan, tercium aroma tak sedap rasuah. Bebek terjerat. Bebek lain ciut nyali. Tapi bergembiralah, sebab Babi siap berkuasa lagi.


Babak II - Mimpi Buruk

"Kepada seluruh rakyat yang saya cintai, ayo giatkan membaca! ayo berorganisasi! sampaikan aspirasi saudara-saudara. Pemerintah siap melayani" pidato Babi berkobar-kobar penuh semangat.

Sukacita menyambut seruan itu. Rakyat berbondong-bondong pergi ke perpustakaan. Petani berkumpul. Buruh berhimpun. Muda-Mudi berdiskusi di kedai kopi. Mimbar bebas di setiap sudut desa dan kota.

Ketukan pintu kamar itu menyadarkan Babi dari mimpi buruknya. Peluh bercucuran. Setengah bingung. Kelinci, sang pelayan, masuk sambil meletakkan menu sarapan kegemarannya di meja sebelah ranjang lalu mengingatkan "Pak, jangan lupa lho! Pagi ini ada pertemuan dengan pengusaha sawit, nikel, dan batubara. Minggu lalu mereka sudah memberi Bapak hadiah sepasang kuda jantan." Babi tersenyum. Genit mengedipkan sebelah mata pada Kelinci. Mimpi buruk pun berlalu begitu saja.


Babak III - Gerombolan Serdadu

Sepanjang karirnya Babi hanya tahu keserdaduan. Dia canggung membicarakan dunia lain. Itu sebab di lingkaran kekuasaanya, melimpah jabatan untuk para serdadu bangkotan. Membuatnya tetap patriotik di zona nyaman.

Sesekali diundangnya pewarta untuk berbincang tentang banyak hal. Alih-alih menampakkan kepemimpinan nan perwira, justru membuatnya terlihat pandir yang patut ditertawakan. Berulang kali pidato di depan publik, aduh, sungguh memuakkan. Hanya barisan penjilat yang setia bertepuk tangan dan melempar pujian.

Tapi Babi punya mimpi besar. Menjadi yang pertama dan satu-satunya kepemimpinan gerombolan serdadu di dunia yang bisa maju dan berkembang menuju masa keemasan bangsa. Rakyat diminta patuh dan tenang. Jangan membangkang!


Babak IV - Senja Kala Kekuasaan

Kemarahan Bangsa Binatang pada kepemimpinan Babi membuncah, lantaran harga-harga pangan melonjak, Babi juga suka berfoya-foya untuk kesenangan pribadi dan program kerja yang ada hanya menguntungkan kroni-kroninya.

Melalui kepemimpinan Semut Rangrang dan Lebah Hutan, semua binatang turun ke jalan. Mereka menyeret Babi dan Para Petinggi secara paksa dan akan mengaraknya dalam keadaan setengah telanjang di sepanjang jalan hutan. "Silakan umpat dan ludahi Bajingan ini!" tertulis pada papan yang dikalungkan pada leher Babi. Semua binatang berkumpul di sisi kiri-kanan jalan, mengumpulkan dahak dan ludah di mulut siap untuk dimuntahkan.

Sebelum dimulai Semut Rangrang didampingi Lebah Hutan menyampaikan pidato: "Saudara-saudara, dalam situasi tentram, perbuatan yang akan kita lakukan ini keji dan melanggar hak binatang. Tapi dalam tatanan yang sudah bobrok adakah cara terbaik membuat ciut nyali dan menghancurkan watak culas mereka? Maka kata-kata kasar sekalipun menjadi revolusioner untuk situasi saat ini."

"Bangsaaat! Bajingaaan!" teriak para binatang. Arak-arakan pun dimulai.

 

-Mei-Juni 2026-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar