Sabtu, 20 Juni 2026

The Guardians (Para Pelindung)


Keith Russo, seorang pengacara muda di Florida, ditembak mati di ruang kerjanya. Quincy Miller, pria kulit hitam, yang pernah menjadi klien Russo untuk kasus perceraian, dituduh sebagai pelakunya. Bukti utama hilang, saksi dan ahli direkayasa, namun juri yang mayoritas kulit putih menyatakan Quincy bersalah dan hakim menjatuhkan vonis penjara seumur hidup. 

Kasus tersebut menyebabkan penasihat hukum Quincy, Tyler Townsend, yang sebelumnya gigih membela, tiba-tiba mundur sebagai pembela dan mengakhiri karirnya sebagai pengacara lalu pindah ke negara lain, akibat teror yang dialaminya.

Setelah mendekam di penjara selama 22 tahun, Ia mendapat bantuan dari Guardian Ministries, sebuah lembaga nirlaba yang memiliki misi membantu membebaskan orang-orang tidak bersalah. Cullen Post, pengacara sekaligus pendeta yang bekerja untuk Guardian Ministries, meyakini Quincy tidak melakukan pembunuhan.

Post bersama timnya mulai mendatangi satu per satu orang-orang yang terlibat dalam kasus itu. Banyak cara dilakukannya untuk mendapatkan keterangan dan bukti bahwa Quincy tidak bersalah. "Kami orang baik, sering mendapati bahwa mengotori tangan kami adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan klien kami" kata Post. Namun ada kekuatan besar yang mengawasinya dan tak menghendaki Quincy bebas.

Alur cerita dalam novel ini lambat, tidak banyak ledakan konflik di awal, namun dengan cara itulah Grisham membangun karakter tokoh-tokohnya serta cerita yang solid dan realistis. Konflik dan kejutan mulai muncul di pertengahan yang membuat penasaran dan bertanya-tanya akan seperti apa ceritanya berakhir.

Awal mula mengenal John Grisham lewat film-film bertema hukum yang diadaptasi dari novel karyanya, seperti The Rainmaker, The Client, A Time to Kill, The Firm, The Pelican Brief, atau The Runaway Jury. Semua film itu kutonton saat masih kuliah di Yogya medio 2002-2007. Ada satu tempat langgananku menyewa film bernama Universal, yang lokasinya ada di sekitar Selokan Mataram, dekat Jalan Gejayan (sekarang Jalan Affandi).

Novelis asal Mississippi itu berlatar belakang pengacara sekaligus politikus. Latar itu memengaruhi karya-karyanya dan menjadi ciri khasnya. Seperti menampilkan sosok pengacara sebagai tokoh utamanya, atau tentang konspirasi politik yang menyelimuti cerita. Sedangkan lingkungan tempat tinggalnya di Mississipi yang memiliki sejarah kuatnya rasisme di Amerika Serikat, membawa pengaruh isu dikriminasi rasial terhadap warga kulit hitam yang diangkat dalam setiap novel-novelnya.

Buku The Guardians (Para Pelindung) ini kubaca karena setahuku belum pernah diadaptasi menjadi film. Kupinjam dari Perpustakaan Jakarta, buku ini terbitan Gramedia Pustaka Utama, Cetakan Kedua, Tahun 2022, terdiri dari 440 halaman. Novel-novel Grisham sangat laris di dunia. Namanya kerap disejajarkan dengan J.K. Rowling dalam hal penjualan buku-buku laris.


-Bekasi, 20 Juni 2026-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar