Jati bekerja di toko parfum isi ulang sebagai peracik yang membuatnya ditangkap dan ditahan oleh polisi lantaran dituduh membuat dan menjual parfum imitasi produk perusahaan komestik besar bernama Kemara. Raras Prayagung, pemilik perusahaan Kemara, menegosiasikan kasus itu kepada Jati dan memberikan dua pilihan: dipenjara atau bekerja untuk Kemara seumur hidup. Demi membebaskan majikan dan teman kerjanya di toko parfum yang ikut ditahan akibat kesalahannya, Jati terpaksa memilih bekerja bersama Raras Prayagung.
Kehadiran Jati di Kemara yang begitu diistimewakan membuat iri hati Tanaya Suma, anak Raras Prayagung yang memimpin Kemara. Seperti Jati, Suma juga memiliki kemampuan menghidu segala aroma. Namun justru sosok Jati yang dipersiapkan oleh Raras untuk sebuah ekspedisi di Gunung Lawu yang diimpikan lama oleh Suma. Mencari Puspa Karsa, bunga yang wanginya membuat siapa pun tergila-gila dan bertekuk lutut.
Obsesi Raras Prayagung menemukan tanaman bernama Puspa Karsa, asal-asul Jati yang misterius, serta persaingan Jati dengan Suma membuat cerita dalam novel ini menjadi begitu menggairahkan. Membaca buku ini mengingatkanku pada film Perfume: The Story of a Murderer garapan sutradara Tom Tykwer yang rilis pada tahun 2006. Film tentang lelaki jenius bernama Grenouille yang memiliki ketajaman indra penciuman dan berambisi menciptakan aroma agar orang takluk kepadanya.
Sesuatu yang baru dan segar. Itu kesanku saat membaca novel Aroma Karsa karya Dee Lestari ini. Dikatakan baru karena dari sekian buku fiksi yang pernah kubaca belum pernah ada yang mengangkat tema soal indra penciuman dengan begitu serius, selain itu juga karena keterbatasan pengetahuanku tentang aroma parfum. Segar karena konflik yang diangkat menurutku selalu relevan dan tak lekang oleh waktu. Meskipun cukup tebal (710 halaman), tapi gaya penulisan Dee yang ciamik membuat novel terbitan Bentang, cetakan kedua puluh, Oktober 2025 ini begitu nyaman kunikmati hingga lembaran terakhirnya.
Buku ini tak sengaja kupinjam dari Perpustakaan Jakarta, karena sebetulnya saat itu buku yang kucari adalah karya Dee Lestari yang lain, Rapijali 3: Kembali, buku ketiga sekaligus penutup dari trilogi Rapijali, kisah Ping dan petualangan bermusiknya yang dua buku sebelumnya telah kubaca.
Konon, Dee Lestari sedang menyiapkan buku kedua dari Aroma Karsa. Selain itu, pada Desember 2025, Netflix pernah mengumumkan Aroma Karsa akan diadaptasi menjadi sebuah film serial yang naskahnya ditulis dan disutradarai oleh Kamila Andini, sosok yang juga menyutradarai film-film yang pernah kutonton seperti Gadis Kretek, Yuni, dan Losmen Bu Broto.
- Bekasi, 22 September 2026 -

Tidak ada komentar:
Posting Komentar