Kamis, 23 Juli 2026

Rapijali 1: Mencari


Ping, remaja perempuan yang tinggal berdua bersama kakeknya, Yuda, seorang musisi rock di Batu Karas, Pangandaran. Ibunya telah meninggal sedangkan Bapaknya tak pernah Ping ketahui. Hari-harinya diisi dengan bermusik. Sahabat satu-satunya, Oding, remaja atlet peselancar. Ping merasa cukup dengan kehidupannya, sementara Oding punya mimpi tinggi dan berharap bisa mengapainya bersama Ping. 

Suatu ketika Yuda meninggal setelah tumbang saat berlatih di studio bersama Ping dan bandnya. Yuda berwasiat Ping harus pindah ke Jakarta untuk melanjutkan sekolah dan hidup bersama Guntur, lelaki yang sedang sibuk mengampanyekan diri sebagai Calon Gubernur Jakarta. Ping terpaksa meninggalkan kehidupan di Pangandaran yang ia kenal dan berpisah dengan sahabatnya.

Di Jakarta, Ping tinggal bersama Guntur, istrinya, Nita, dan anaknya, Ardi. Nita dan Ardi tidak menerima kehadiran Ping seutuhnya, membuat Ping merasa sungkan dan terasing. Ia hanya tahu dirinya dijadikan anak asuh oleh Guntur. Di sekolah barunya Ping yang awalnya kesepian menemukan sahabat, lalu mengikuti audisi personil band dan memulai petualangan baru musikalitasnya.

Novel berjudul Rapijali 1: Mencari ini bercerita tentang kehidupan remaja yang gandrung akan musik. Dee Lestari atau Dewi Lestari sangat otoritatif membuat fiksi tentang musik, mengingat sebelum dikenal sebagai penulis, Ia lebih dulu dikenal sebagai penyanyi yang populer bersama grup vokalnya, RSD (Rida, Sita, dan Dewi), membuat karangannya ini terasa dekat dan nyata. Pada satu bagian cerita, aku berimajinasi menjadi Oding yang menyanyikan lagu Still Got The Blues milik Gary Moore.

Untuk pembaca generasi milenial sepertiku, membaca novel ini mengajakku bernostalgia dengan lagu-lagu semacam Spanish Romance, To Be With You (Mr.Big), Here Come The Sun (The Beatles), atau Terbaik Untukmu (TIC). Untuk pembaca Gen Z, lagu-lagu itu mungkin akan menjadi pengetahuan baru. Tidak melulu musik, jalan cerita juga dibalut persoalan kehidupan keluarga yang rumit, kepalsuan dunia politik praktis, percintaan dan persahabatan remaja yang hangat.

Dibandingkan dengan empat buku serial Supernova: Ksatria, Putri, & Bintang Jatuh (2001), Akar (2002), Petir (2004), dan Partikel (2012), karya Dee yang lebih berat dibaca karena mengusung tema fiksi ilmiah atau spiritualitas, buku pertama serial Rapijali ini amat ringan kunikmati. Meski buku terbitan Bentang Pustaka cetakan keenam tahun 2021 ini cukup tebal karena berisi 352 halaman, tapi tak terasa membacanya hingga menyadari sudah tiba pada lembaran terakhir.

Serial Rapijali terdiri dari tiga buku: Rapijali 1: Mencari, Rapijali 2: Menjadi, dan Rapijali 3: Kembali. Usai membaca buku pertama Rapijali yang kupinjam dari Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, aku penasaran untuk melanjutkan ceritanya ke Rapijali berikutnya.


-Bekasi, 23 Juli 2026-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar