Sabtu, 01 Agustus 2026

Rumah Sakit Jiwa


Apakah dunia sedang berubah menjadi rumah sakit jiwa dan kita ada di dalamnya? Sebuah pertanyaan reflektif dari pementasan teater dengan judul Rumah Sakit Jiwa tadi malam, Jumat, 31 Juli 2026, di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Ruang pementasan diisi penuh oleh penonton. Di antaranya ada Aku dan anak sulungku, Madiba, yang duduk di kursi C.34 dan C.35 di bagian balkon. Selama tiga jam naskah karya mendiang Nano Riantiarno (1949-2023) itu dipentaskan oleh Teater Koma.

Rogusta, dokter muda yang idealis. Ia menemukan keanehan di tempat kerja barunya, rumah sakit jiwa yang dipimpin oleh Profesor Sidarita. Pasien-pasiennya terbelenggu rasa takut, bicara seadanya, dan tak kunjung sembuh. Gagasan Rogusta berupa metode penyembuhan yang lebih bersahabat ditentang. Menurut Sidarita dan dokter lain, gagasan Rogusta dapat menciptakan kegaduhan dan ketidakteraturan.

Rogusta kesepian dan frustasi mengikuti aturan yang tidak masuk akal. Kedatangan Nyonya Marlinah, pemilik rumah sakit, mengubah keadaan. Marlinah merasa ada kejanggalan dengan kondisi pasien yang menurutnya tidak ada perubahan sejak dua puluh tahun silam. Rumah sakit juga tak kunjung memberinya keuntungan. Ia berniat untuk tinggal dan mencari tahu apa yang terjadi. 

Rogusta berhasil mendapatkan kesempatan mempraktikkan metodenya. Pasien mulai banyak bicara dan menapaki jalan kesembuhan. Keadaan itu justru mengganggu kekuasaan Sidarita. Dua dokter pembantunya, Murdiwan dan Tunggul, yang merasa tersaingi, mulai menyusun siasat untuk menyingkirkan Rogusta.

Lakon Rumah Sakit Jiwa pertama kali dipentaskan pada tahun 1991. Beberapa tahun sebelumnya Teater Koma mengalami dua kali pencekalan oleh Pemerintah. Pada tahun 2026, naskah itu dipentaskan kembali dengan arahan sutradara Rangga Riantiarno, yang merupakan anak dari pasangan seniman teater, Nano dan Ratna Riantiarno. Keduanya merupakan pendiri Teater Koma.

Sungguh pementasan apik, segar, dan relevan dengan kondisi kekinian, serta didukung penonton yang apresiatif. Selama pertunjukan penonton kerap dibikin tertawa. Mengobati kerinduanku akan tontonan teater. Bagi Madiba, pertunjukan ini adalah pengalaman pertamanya dan membuat Ia begitu senang. Usai pertunjukan Ia mendapat kesempatan berfoto diri dengan para pemain. Selama perjalanan pulang ke Bekasi, di dalam mobil kami masih mendiskusikannya, menumpahkan perasaan dan pikiran yang masih mengendap.

Pementasan Rumah Sakit Jiwa akan berlangsung sebanyak 5 kali selama 4 hari berturut-turut, 30 Juli 2026 - 2 Agustus 2026, di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Tersedia enam kategori tiket, mulai dari yang termurah Rp. 100.000,- hingga termahal Rp. 850.000.


-Bekasi, 1 Agustus 2026-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar