Minggu, 23 Agustus 2026

Bahlul, Gemblung, dan Mbak Surti


Bahlul, pemuda yang gandrung berselancar di media sosial, tanpa jeda mendapat berita buruk, membuatnya frustasi akibat banyak hal dipikirkannya. 

"Bangsat! Pemerintah macam apa ini? Saat warga Aceh masih kesulitan untuk bangkit, gempa memorak-porandakan Flores, asap mengepung langit Kalimantan, tanpa empati mereka malah asik karnaval dengan segala kemewahan. Dan ketololan itu menjadi berlipat lantaran mereka menggalang dana bantuan di acara itu, yang hasilnya tidak mencapai target pula" umpat Bahlul bersungut-sungut di warung kopi Mbak Surti.


Gemblung yang sedang bernyanyi di sampingnya terkejut. "Eh, Santai aja, Bro!" sahut Gemblung merespon umpatan sohibnya itu. Lalu melanjutkan bermain gitar dan menyanyikan lagu Desa karya Iwan Fals yang sempat terputus. "Untuk apa punya pemerintah kalau hidup terus-terusan susah" Gemblung lanjut berdendang.

Mata Yang Enak Dipandang


Jebris sudah jadi pelacur. Selentingan itu menyusup ke setiap rumah di dusun. Membuka kembali aib lama dusun yang dulu dikenal melahirkan pelacur-pelacur. Padahal surau sudah dibangun, pengajian rutin dilakukan. Konon, Pak RT dan hansip sudah menasihati Jebris. Sar, tetangga Jebris, khawatir hidupnya menjadi tak berkah lantaran bertetangga dengan Jebris. Namun suaminya, Ratib, imam surau dan seksi pembinaan rohani, yang diajaknya bicara justru berpendapat: "Bila kamu tak keberatan, Jebris kita coba ajak bekerja di rumah kita. Mungkin dia bisa masak dan cuci pakaian" kata Ratib. 

Itu merupakan cerita pendek (cerpen) berjudul Bila Jebris Ada di Rumah Kami. Cerpen yang paling kusuka dari lima belas cerpen karya Ahmad Tohari dalam buku Mata yang Enak Dipandang. Buku terbitan Gramedia Pustaka Utama, Cetakan Pertama, Tahun 2013, yang terdiri dari 216 halaman. Buku yang kupinjam dan baca dari iPusnas, perpustakaan digital buatan Perpustakaan Nasional.

Melalui cerpen itu, menurutku Ahmad Tohari melalui tokoh Ratib hendak mengajak melihat pelacuran tidak sekadar menganggapnya aib atau hina dina, tapi lebih dari itu yaitu mencarikan jalan keluar yang konkret. Di cerpen-cerpen yang lain, Ahmad Tohari, konsisten mengangkat kehidupan dan sudut pandang orang-orang kampung, pinggiran, dan melarat.

Kamis, 13 Agustus 2026

Corat-Coret di Toilet

 

Peter Pan punya kebiasaan mencuri buku dari perpustakaan di seluruh pelosok kota dan toko-toko buku. Ia tahu tindakan itu terkutuk, tapi itu dilakukannya dengan harapan bisa ditangkap, sehingga Ia tahu pemerintah memang mencintai buku dan membenci pencuri buku. Sayangnya, Ia tak pernah ditangkap meski sudah ribuan buku dicurinya. Dengan alasan itu Ia mengumumkan perang gerilya melawan pemerintah. 

Itu sekelumit isi cerpen berjudul Peter Pan, satu dari dua belas cerpen yang mengisi buku ini. Beragam keabsurdan mewarnai beberapa cerita, ciri khas penulisan Eka Kurniawan. Dua cerpen lain yang kusuka: Pertama, Si Cantik yang Tak Boleh Keluar Malam, tentang gadis remaja yang memberontak akibat dikekang oleh Ayahnya. Kedua, Siapa Kirim Aku Bunga? tentang seorang kontrolir Belanda pengirim tahanan ke Boven Digoel yang kerap mendapat kiriman bunga dari orang misterius. Semua cerpen ditulis di rentang tahun 1999-2000, sebelum Eka menerbitkan novel pertamanya yang mendunia, Cantik Itu Luka.

Cerpen lain bukan berarti tidak menarik. Alamanda tak kuasa melawan kehendak Ayahnya yang menjodohkan dirinya dengan kakak sepupunya, lelaki yang tak dicintainya. Beberapa saat sebelum perkawinan Alamanda meminta kepada calon suaminya itu untuk mendengarkan dirinya mendongeng sebelum mereka bercinta di malam pertama. Kisah Petualangan Alice di Negeri Ajaib membuat mereka gagal bercinta hingga bulan madu usai. Itu merupakan isi cerpen Dongeng Sebelum Bercinta.

Senin, 10 Agustus 2026

Bocah Kampung Nusantara

 

Ada anak lelaki usia lima tahun namanya Bowo. Ia anak orang terkaya di Kampung Nusantara, tapi tidak disukai teman-temannya, karena dianggap aneh lantaran suka bicara melantur. Saat bermain Ia juga selalu pengin menang dan juara, apapun permainannya. Perang-perangan adalah permainan yang paling Bowo sukai. 

Meski begitu, teman-temannya itu sulit menolak ketika diajak bermain. 

"Imin, Bahlul, ayo main perang-perangan!" ajak Bowo yang dikawal dua anak lelaki, Sapri dan Daco. Keduanya anak dari babu yang bekerja di rumah Bowo.

"Gak mau ah. Gak seru main sama kamu" jawab Imin sambil mengusap ingus dengan sarung yang biasa Ia kenakan untuk mengaji.

"Ah, betul, kau maunya menang terus" tambah Bahlul yang bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek kucel.

Sabtu, 01 Agustus 2026

Rumah Sakit Jiwa


Apakah dunia sedang berubah menjadi rumah sakit jiwa dan kita ada di dalamnya? Sebuah pertanyaan reflektif dari pementasan teater dengan judul Rumah Sakit Jiwa tadi malam, Jumat, 31 Juli 2026, di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Ruang pementasan diisi penuh oleh penonton. Di antaranya ada Aku dan anak sulungku, Madiba, yang duduk di kursi C.34 dan C.35 di bagian balkon. Selama tiga jam naskah karya mendiang Nano Riantiarno (1949-2023) itu dipentaskan oleh Teater Koma.

Rogusta, dokter muda yang idealis. Ia menemukan keanehan di tempat kerja barunya, rumah sakit jiwa yang dipimpin oleh Profesor Sidarita. Pasien-pasiennya terbelenggu rasa takut, bicara seadanya, dan tak kunjung sembuh. Gagasan Rogusta berupa metode penyembuhan yang lebih bersahabat ditentang. Menurut Sidarita dan dokter lain, gagasan Rogusta dapat menciptakan kegaduhan dan ketidakteraturan.

Rogusta kesepian dan frustasi mengikuti aturan yang tidak masuk akal. Kedatangan Nyonya Marlinah, pemilik rumah sakit, mengubah keadaan. Marlinah merasa ada kejanggalan dengan kondisi pasien yang menurutnya tidak ada perubahan sejak dua puluh tahun silam. Rumah sakit juga tak kunjung memberinya keuntungan. Ia berniat untuk tinggal dan mencari tahu apa yang terjadi. 

Kamis, 23 Juli 2026

Rapijali 1: Mencari


Ping, remaja perempuan yang tinggal berdua bersama kakeknya, Yuda, seorang musisi rock di Batu Karas, Pangandaran. Ibunya telah meninggal sedangkan Bapaknya tak pernah Ping ketahui. Hari-harinya diisi dengan bermusik. Sahabat satu-satunya, Oding, remaja atlet peselancar. Ping merasa cukup dengan kehidupannya, sementara Oding punya mimpi tinggi dan berharap bisa mengapainya bersama Ping. 

Suatu ketika Yuda meninggal setelah tumbang saat berlatih di studio bersama Ping dan bandnya. Yuda berwasiat Ping harus pindah ke Jakarta untuk melanjutkan sekolah dan hidup bersama Guntur, lelaki yang sedang sibuk mengampanyekan diri sebagai Calon Gubernur Jakarta. Ping terpaksa meninggalkan kehidupan di Pangandaran yang ia kenal dan berpisah dengan sahabatnya.

Di Jakarta, Ping tinggal bersama Guntur, istrinya, Nita, dan anaknya, Ardi. Nita dan Ardi tidak menerima kehadiran Ping seutuhnya, membuat Ping merasa sungkan dan terasing. Ia hanya tahu dirinya dijadikan anak asuh oleh Guntur. Di sekolah barunya Ping yang awalnya kesepian menemukan sahabat, lalu mengikuti audisi personil band dan memulai petualangan baru musikalitasnya.

Senin, 20 Juli 2026

M a n j a l i


Novel yang memadukan arkeologi, supranatural, filsafat, sejarah, dan kisah percintaan menjadi satu jalinan cerita. Ayu Utami menuturkannya dengan elok dan puitis. Buku pertama dari serial petualangan yang tokoh-tokohnya berasal dari karya Ayu sebelumnya, Bilangan Fu

Marja Manjali, gadis kota usia sembilan belas tahun, sedang berlibur bersama kekasihnya, Sandi Yuda, ke Jogja menemui sahabat mereka, Parang Jati. Karena keperluan mendadak yang dirahasiakan, Yuda harus kembali ke Bandung dan menitipkan Marja kepada Jati.

Bersama arkelog dari Prancis, Jaques, Jati mengajak Marja ikut serta melihat temuan artefak Candi Calwanarang di Desa Girah, di wilayah Jawa Timur. Sebuah candi yang terkait dengan kisah Calon Arang, janda sakti penyebar teluh yang hidup sezaman dengan Raja Airlangga pada Kerajaan Kahuripan.

Selasa, 14 Juli 2026

E n t r o k


Entrok, bahasa Jawa untuk menyebut kutang atau bra. Menjadi judul novel pertama karya Okky Madasari yang mengambil latar cerita di Magetan, tanah kelahirannya. Menceritakan kehidupan pedesaan di bawah rezim totaliter pada masa Orde Baru. Buku terbitan Gramedia Pustaka Utama cetakan pertama Tahun 2010 ini terdiri dari 288 halaman. Kupinjam dari perpustakaan digital, iPusnas, dalam bentuk buku elektronik. 

Sumarni, perempuan desa yang terlahir dari keluarga miskin dan buta huruf. Tak pernah kenal Bapaknya lantaran minggat meninggalkan Ibunya saat Marni masih kecil. Marni dan Ibunya tinggal di rumah yang sudah reyot. Kelangsungan hidup mereka bergantung dari pekerjaan Ibunya mengupas kulit singkong di pasar. 

Didorong keinginan memiliki entrok, barang yang tak mampu dibelikan Ibunya dan jarang dipakai oleh perempuan di desanya, Marni rela menjadi kuli panggul di pasar, pekerjaan yang umumnya dilakukan laki-laki. Marni tak peduli dengan anggapan orang lain. Baginya yang penting bisa mendapatkan upah dan dikumpulkan untuk beli entrok.

Selasa, 07 Juli 2026

Cinta Yang Berpikir



"Modal awal untuk menjadi orang tua yang baik adalah rasa cinta mendalam kepada anak-anak. Akan tetapi, dalam hal mengasuh anak, cinta harus dilengkapi dengan pengetahuan" kata Ellen Kristi menjelaskan judul bukunya Cinta Yang Berpikir, Sebuah Manual Pendidikan Karakter Charlotte Mason.

Ellen Kristi, penulis buku ini, seorang konselor dan pendiri komunitas Charlotte Mason Indonesia, yang pada awalnya kukenal melalui media sosial terkait konten-konten seputar homeschooling. Saat itu aku kerap mencari informasi tentang pengasuhan anak.

Buku karya Ellen ini menjadi satu-satunya buku terkait pengasuhan/pendidikan anak yang kubaca serius dan berulang-ulang. Isinya komplet dan menarik, dengan gaya penulisan yang mudah dibaca dan kaya pustaka. Buku yang merangkum konsep pendidikan Charlotte Mason (1842-1923), pendidik asal Inggris. Ellen memerlukan waktu lima tahun untuk melakukan penelitian karya-karyanya sebelum membuat buku ini.

Sabtu, 27 Juni 2026

Petang Panjang di Central Park

 

"Poko'e maknyus!" ucap Bondan Winarno (1950-2017) usai mencicipi makanan dan membangkitkan selera penonton. Namanya melambung dan mulai kukenal saat menjadi pewara program televisi Wisata Kuliner di Trans TV. Buku ini sisi lain yang membuktikan Bondan sejatinya penulis dan jurnalis. Berisi 25 cerita pendek (cerpen) yang Ia tulis dalam rentang waktu 1983-2004. 

Membaca kumpulan cerpen penulis kelahiran Surabaya ini  membuatku seakan-akan sedang melintasi waktu dan keliling dunia lantaran banyak cerita dengan latar kota di beberapa negara, seperti Bologna, Frankfurt, New York, Bombay (Mumbai), Seoul, Saigon (Ho Chi Minh), Filipina, Vancouver, Swedia, Nairobu, Paris, atau Tijuana. Ada juga kota di dalam negeri seperti Jakarta, Semarang, atau Maluku Tengara.

Mayoritas narasi cerpen diambil dari sudut pandang lelaki sebagai tokoh utama, yang kebanyakan berprofesi sebagai jurnalis dan berasal dari Indonesia. Ini membuatku menduga tokoh utama itu Bondan, tapi entahlah, karena ini fiksi. Yang pasti cerpen-cerpen itu, menurut Bondan, dibuat sebagai penawar jenuh di sela-sela tugas jurnalismenya. 

Rabu, 24 Juni 2026

Cantik Itu Luka


Novel Cantik Itu Luka terbitan Gramedia Pustaka Utama, cetakan ke-48 tahun 2026, yang terdiri dari 508 halaman ini merupakan buku ketiga karya Eka Kurniawan yang pernah kubaca. Sebelumnya aku membaca Lelaki Harimau, novel kedua Eka, serta Cinta Tak Ada Mati, kumpulan cerita pendek. 

"Tak ada kutukan yang lebih mengerikan daripada mengeluarkan bayi-bayi perempuan cantik di dunia laki-laki yang mesum seperti anjing di musim kawin" ucap Dewi Ayu setelah melahirkan anak perempuan keempatnya yang buruk rupa dan diberi nama Cantik. Beberapa hari setelahnya Dewi Ayu mati lalu bangkit dari kuburnya 21 tahun kemudian. 

Dewi Ayu, tokoh utama dalam novel ini, cucu dari seorang perempuan pribumi yang dijadikan gundik oleh lelaki Belanda di era kolonialisme negeri kincir angin itu di Hindia Belanda. Saat Jepang datang menggantikan penjajah Belanda, Dewi bersama puluhan gadis dibawa ke rumah pelacuran dijadikan budak seks, dipaksa memuaskan nafsu berahi tentara Jepang. Itu terjadi di Halimunda, wilayah pesisir pantai selatan Jawa, diatur oleh Mama Kalong, perempuan pribumi setengah baya, pelacur yang naik posisi menjadi germo.

Sabtu, 20 Juni 2026

The Guardians (Para Pelindung)


Keith Russo, seorang pengacara muda di Florida, ditembak mati di ruang kerjanya. Quincy Miller, pria kulit hitam, yang pernah menjadi klien Russo untuk kasus perceraian, dituduh sebagai pelakunya. Bukti utama hilang, saksi dan ahli direkayasa, namun juri yang mayoritas kulit putih menyatakan Quincy bersalah dan hakim menjatuhkan vonis penjara seumur hidup. 

Kasus tersebut menyebabkan penasihat hukum Quincy, Tyler Townsend, yang sebelumnya gigih membela, tiba-tiba mundur sebagai pembela dan mengakhiri karirnya sebagai pengacara lalu pindah ke negara lain, akibat teror yang dialaminya.

Setelah mendekam di penjara selama 22 tahun, Ia mendapat bantuan dari Guardian Ministries, sebuah lembaga nirlaba yang memiliki misi membantu membebaskan orang-orang tidak bersalah. Cullen Post, pengacara sekaligus pendeta yang bekerja untuk Guardian Ministries, meyakini Quincy tidak melakukan pembunuhan.

Jumat, 12 Juni 2026

Senja Kala Babi dan Kekuasaannya


Babak I - Gapai Kekuasaan. 

"Menangkan Babi, cari suara sebanyak-banyaknya, apapun caranya. Jika tidak, kasusmu taruhannya!" ancam Tikus, loyalis Partai Itik, kepada Bebek, Kepala Kampung Sukar Maju. 

Bebek gemetar ketakutan. Menyesali diri. Terlintas dalam ingatannya 4 tahun lalu. Ketika Ia menerima dana untuk mengelola Koperasi Patriot yang idenya sama sekali tak Ia sepakati. Serupa Bandung Bondowoso tergesa membangun candi, koperasi pun berdiri.

Syahdan, tercium aroma tak sedap rasuah. Bebek terjerat. Bebek lain ciut nyali. Tapi bergembiralah, sebab Babi siap berkuasa lagi.

Rabu, 10 Juni 2026

Terra Viva


"Apa yang kita makan, cara kita menumbuhkan bahan pangan, dan cara kita mendistribusikannya akan menentukan apakah umat manusia akan terus hidup atau mendorong dirinya sendiri dan spesies-spesies lainnya menuju kepunahan" tulis Vandana Shiva, ilmuwan sekaligus aktivis lingkungan asal India. Kutipan pernyataannya itu cukup mewakili memoar perjuangannya menjaga lingkungan dan merebut kedaulatan pangan yang tercatat dalam buku ini. 

Sosok Vandana Shiva muncul sebagai pengkritik revolusi hijau paling terkemuka. Dengan dalih meningkatkan produksi pangan, revolusi hijau justru merusak keanekaragaman hayati dengan pertanian monokultur, penggunaan bahan kimia, dan monopoli benih pangan oleh raksasa industri pertanian. Terinspirasi gaya perlawanan anti kekerasan Gandhi dan gerakan Chipko, Shiva secara konsisten melawan kedigdayaan perusahaan raksasa semacam Bayer-Monsanto atau Gates Foundation yang disebutnya sebagai Kartel Racun yang merusak.

Jumat, 29 Mei 2026

Trabar Batalla


Trabar Batalla, bahasa Spanyol yang bermakna bertemu dalam pertempuran. Menjadi judul buku karya Remy Sylado dan merupakan sekuel dari roman Inani Keke. Sebuah roman yang berlatar kolonialisme Spanyol di Minahasa pada abad 16. 

Josefito Ranoyapo Panda atau Pepito, seorang mestizo, blasteran Spanyol-Minahasa. Setelah dewasa Dia baru mengetahui ayahnya, Wai Ranoyapo (tokoh utama dalam Inani Keke), meninggal bukan karena kecelakaan, tapi dibunuh. Ibunya yang orang Spanyol, Isabella Pigafetta, merahasiakan pembunuhan itu. 

Isabella telah menikah lagi dengan lelaki Spanyol, Pierre Durant, yang berkuasa dan menghuni Benteng El Amoran, di Uwuran, Minahasa. Mereka memiliki anak bernama Fidel Durant. Pepito kerap mendapat perlakuan buruk dari Pierre Durant, ayah tirinya itu.

Sabtu, 23 Mei 2026

Inani Keke


Pada awal abad 16, orang-orang Spanyol dalam ekspedisinya mengalami peperangan dengan bangsa Filipina. Mereka meneruskan perjalanan ke selatan. Di Selat Maluku, Portugis yang hendak mendominasi kuasa di wilayah jajahannya, menahan mereka dan memenjarakannya di Tidore. Nelayan asal Minahasa yang membenci Portugis membebaskan orang-orang Spanyol itu dan membawanya ke Minahasa. 

Wai Ranoyapo, pemuda Desa Liliku di Minahasa, dihukum cambuk atas keputusan adat meski tuduhan kepadanya belum terbukti. Seorang perempuan yang menyukai Wai namun ditolak, telah menuduh Wai berusaha memerkosanya. Dewan negeri sebagai pemimpin adat teperdaya dan memberikan vonis atau popogota berdasarkan hukum tidak tertulis.

Setelah menerima hukuman cambuk, dalam keadaan sempoyongan Wai memutuskan untuk meninggalkan desanya, pergi ke selatan menuju wilayah Bolaang Mongondow. Wai yang tak kuat lagi menegakkan kakinya, jatuh terguling dari atas bukit. Tubuhnya ditemukan oleh keluarga Macapoga di kaki Gunung Simbalang.

Kamis, 21 Mei 2026

Robohnya Surau Kami


"Kami ini umat-Mu yang tinggal di Indonesia, Tuhanku" kata Haji Saleh ketika protes bersama penghuni neraka lain kepada Tuhan. 

"O, di negeri yang tanahnya subur itu?"

"Ya benarlah itu, Tuhanku"

"Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang ... engkau kira aku ini suka pujian, mabuk disembah saja, ... kamu semua mesti masuk neraka" kata Tuhan.

Dialog itu merupakan kutipan dari cerita pendek (cerpen) berjudul Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis. Menggambarkan sikap seseorang yang meninggalkan urusan duniawi demi melakukan segala bentuk sembah. Saat di akhirat, alih-alih dimasukkan ke surga, Tuhan justru menjebloskannya ke bagian kerak neraka.

Rabu, 13 Mei 2026

Rara Mendut


"Tubuh dirampas memang, tetapi hati tidak" ujar Rara Mendut yang menolak dijadikan selir Tumenggung Wiraguna, panglima perang Kerajaan Mataram. Gadis pesisir Pati anak janda miskin yang urakan dan pemberang itu dijadikan rampasan akibat kekalahan perang. Adipati Pragola, penguasa Pati diserang karena menolak tunduk pada kekuasaan Mataram. Nasib Wiraguna. Jaya di medan perang, tumbang dalam kubang asmara. 

Wiraguna yang menggandrungi Rara Mendut membuat cumburu istri utamanya, Nyai Ajeng. Meski begitu Dia menaruh hormat pada Mendut. "Tanpa wanita semacam Mendut itu, kaum perempuan akan tetap tinggal di lumpur sawah yang hanya betugas menumbuhkan padi. Dihargai memang, tetapi tetap diinjak-injak kerbau dan dicangkuli seenak petani" kata Nyai Ajeng.

Selir-selir Wiraguna yang lain turut cemburu dan melempar anggapan Mendut yang urakan hanya akan merusak wibawa panglima perang itu. Bila perempuan lain merasa diangkat harkatnya dengan dijadikan selir oleh petinggi, tapi tidak bagi Rara Mendut. Baginya itu hanya akan menbuatnya menjadi barang hiburan belaka dan hidup terkurung.

Selasa, 05 Mei 2026

Catatan Pembunuhan Sang Novelis


Misteri pembunuhan penuh teka-teki, memancing pembaca turut menerka siapa pelaku dan apa motifnya. Saat hampir tiba pada kesimpulan, pembaca dihadapkan pada misteri lain yang mengubah perkiraan sebelumnya. Itulah yang terjadi saat aku membaca novel Malice: Catatan Pembunuhan Sang Novelis karya Keigo Higashino. 

Cerita tentang terbunuhnya seorang novelis populer, Hidaka Kunihiko, di ruang kerja dalam rumahnya yang saat ditemukan dalam keadaan terkunci dan gelap. Dua orang pertama yang menemukan mayatnya adalah istrinya, Rie-san, dan sahabatnya, Nonoguchi Osamu.

Kasus tersebut diselidiki oleh Detektif Kaga Kyoichiro yang berhasil mengungkap pelakunya. Saat atasan menggangap kasus itu telah selesai, Kaga justru belum yakin dengan motif pembunuhannya. Salah satu novel karya Hidaka menjadi pintu masuk bagi Kaga menelurusi motif sebenarnya dari pelaku.

Sabtu, 02 Mei 2026

Knight of Cydonia dalam Realitas

 

Knight of Cydonia berputar dari penyuara telinga saat bersepeda pagi tadi menyusuri jalanan wilayah Bekasi bagian utara. Lagu milik band asal Inggris, Muse, dari album Black Holes and Revelations (2006) itu salah satu lagu kesukaanku. Musiknya megah dengan lirik yang membangkitkan. 

"Come ride with me through the veins of history. I'll show you how God falls asleep on the job | And how can we win, when fools can be kings? Don't waste your time or time will waste you | No one's gonna take me alive, time has come to make things right. You and I must fight for our rights. You and I must fight to survive."

Lirik pembuka lagu menyentak keimanan. "Come ride with me through the veins of history. I'll show you how God falls asleep on the job." Tuhan tertidur saat bekerja. Ini membuatku teringat pandangan Stephen Hawking yang menganggap tuhan hanya muncul ketika manusia belum memahami ilmu alam, tetapi begitu limu alam diketahui, kepercayaan kepada tuhan kehilangan dasar pijakannya, tuhan tidak diperlukan lagi. "Is there a God?" tanya Hawking "There is no God" jawabnya. Pandangan itu diuraikan oleh Franz Magnis-Suseno di salah satu tulisannya dalam buku Demokrasi, Ateisme, dan Seksualitas.